Arus Mudik di Pantura Subang Mereda

Minggu, 28 Agustus 2011

Purwakarta - Kondisi arus mudik di jalur utama Pantura dan tengah yang sepanjang Jumat sore 26 Agustus 2011 hingga Ahad pagi 28 Agustus 2011 sangat padat kini sudah mulai lancar.

Pemudik masih tampak di jalur tersebut. Hanya, jumlahnya sudah sedikit.
Ajun Komisaris Agun Guntoro, Kepala Satuan Lalu-lintas Polres Subang, mengatakan arus mudik mulai reda sejak Ahad siang, 28 Agustus 2011. "Mulai pukul 14.00 jalanan sudah kosong, sudah seperti hari-hari biasa," ujarnya.

Menurut Agun, pengamanan arus mudik Lebaran di jalur Pantura tahun ini merupakan yang tersukses. "Nggak ada kemacetan dan nggak ada kecelakaan yang menelan korban jiwa," ujar Agun. "Terus terang saja kami merasa puas," ujarnya.

Ia memuji pola-pola pengaturan lalu lintas arus mudik yang dikoordinasikan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat mulai dari kilometer 66 dan gerbang Cikopo. "Karena pola pembagian arus mudiknya cermat, tak ada kemacetan," ujar Agun.

Arus mudik yang melalui gerbang tol Cikarang Utara juga telah mencapai puncaknya sepanjang H-4 hingga H-3 Lebaran atau Jumat malam, 26 Agustus 2011, hingga Sabtu sore, 27 Agustus 2011.

Meski sudah mencapai puncaknya, menurut Mulyono, Kepala Bagian Lalu lintas PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikopo, arus mudik masih terus akan berlangsung hingga H-1. Meskipun, jumlahnya sudah menurun drastis. "Arus mudik yang tersisa tinggal lokalan saja," ujarnya Ahad, 28 Agustus 2011.

Pada puncak arus mudik Lebaran 2011, tercatat 198 ribu kendaraan melalui gerbang tol itu. "Pada H-4 jumlah arus yang muntah dari Jakarta sebanyak 104 ribu lalu pada H-3-nya sebanyak 94 ribu kendaraan, jadi totalnya sebanyak 198 ribu kendaraan," kata Mulyono.

Jumlah kendaraan pada puncak arus mudik tahun ini naik sekitar 25 persen dari yang diperkirakan. Sebelumnya, Jasa Marga memprediksi pada puncak arus mudik tersebut kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui pintu gerbang Cikarang Utara hanya mencapai 75 ribu kendaraan.

Menurut Mulyadi, Kepala Gerbang Tol Cikopo, pada puncak arus mudik, kendaraan yang keluar melalui gerbang tol Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, sama dengan yang terjadi di Cikarang Utara. "Pada H-4 jumlahnya mencapai 40.881 ribu kendaraan dan pada H-3 sebanyak 38.032 kendaraan," ujar Mulyadi.

Adapun arus mudik yang dialihkan di kilometer 66 untuk mengurangi beban arus mudik di jalur utama Pantai Utara Karawang-Subang dialihkan melalui jalan tol Cipularang via pintu gerbang Sadang melalui jalur tengah Sadang-Subang-Cikamurang-Kadipaten-Cirebon. Juga melalui gerbang Cileunyi langsung menuju Sumedang-Kadipaten-Cirebon. Jumlahnya hampir sama dengan yang dikeluarkan melalui gerbang tol Cikopo.

Hari Ini Puncak Antrean Kendaraan di Suramadu

Surabaya - Memasuki H-2 Lebaran hari ini antrean pengguna sepeda motor ke jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) mencapai puncaknya dan memanjang hingga 500 meter. Panjang antrean setidaknya telah terjadi sejak pagi hingga siang hari.

"Hari ini puncak antrean. Kemarin ada antrean tapi tak sebanyak hari ini," kata Kepala Unit Polisi Jalan Raya (PJR) Tol Suramadu Ajun Komisaris Muchlason ketika ditemui di gerbang Suramadu, Ahad, 28 Agustus 2011.

Untuk mengurai antrean, pengelola jembatan telah membuka empat loket, yaitu dua loket sepeda, satu loket darurat, serta satu loket yang biasanya untuk mobil dialihkan untuk sepeda motor.

Tak hanya itu, sebanyak sepuluh petugas juga diterjunkan untuk membantu menjual tiket dengan cara jemput bola mendatangi dan menjual langsung kepada pengantre tanpa harus ke loket penjualan tiket.

Kepala Gerbang Tol Suramadu Suhariono mengatakan pengalihan satu loket mobil untuk sepeda motor akan terus dilakukan hingga antrean bisa diurai. "Diperkirakan jumlah pemudik sepeda motor akan mencapai 30 ribuan," katanya.

Sementara itu untuk memperlancar perjalanan selama di atas jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu pengelola jembatan juga terus mengingatkan kepada penyeberang untuk menghindari berhenti di tengah jembatan.

Tak hanya itu, rambu peringatan kecepatan angin juga harus terus diperhatikan. Jika kecepatan embusan angin mencapai 50 kilometer per jam, seluruh kendaraan sepeda motor diwajibkan menghentikan lajunya dan segera menepi dari jembatan. Jika tidak, dikhawatirkan akan membahayakan pengguna sepeda motor.

Selain pemudik sepeda motor, pengguna jembatan yang mengendarai mobil juga tampak mengantre di gerbang jembatan. Hanya, tak sepanjang sepeda motor. "Mobil ataupun kendaraan besar diperkirakan baru 10 ribuan," ujar Suhariono.

Arus Mudik di Pelabuhan Merak Naik 100 Persen

Cilegon - Kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Merak para arus mudik tahun ini rata-rata meningkat sebesar 100 persen dibandingkan tahun lalu.

Akibatnya antrean kendaraan pemudik terjadi hingga jalan Tol Tangerang-Merak sepanjang 8 kilometer dari Pelabuhan Merak. Antrean kendaraan hingga luar Pelabuhan Merak ini terjadi sejak H-4. Hari ini antrean masih terjadi sepanjang dua kilometer, tepatnya di Cikuasa Atas, Kota Cilegon, Banten.

Berdasarkan data dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Utama Merak, terlihat peningkatan yang cukup tinggi pada mudik Lebaran 2011 ini. Seperti terlihat perbandingan pada H-3 tahun 2011dengan H-3 tahun 2010 lalu yang menunjukkan peningkatan 168 persen. Tahun lalu kendaraan pada H-3 mencapai 13.977 kendaraan dan pada H-3 tahun ini mencapai 23.449 kendaraan.

Peningkatan juga terlihat dari jumlah penumpang. Pada H-3 tahun lalu penumpang sebanyak 74.195 orang dan pada periode yang sama tahun ini mencapai 111.782 orang atau meningkat 151 persen.

Sejak H-7 hingga H-2 pada pukul 08.00 WIB hari ini PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak telah menyeberangkan sebanyak 75.870 kendaraan. Sedangkan untuk penumpang sebanyak 377.215 orang.

Direktur Usaha Pelabuhan Indonesia Ferry Prasetyo B. Utomo mengatakan peningkatan jumlah pemudik saat ini di luar perkiraan. “Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, misalnya, hanya diperkirakan 10 persen. Namun kenyataannya kendaraan roda dua mencapai 100 persen lebih," kata Prasetyo.

Sementara itu Kepala Sub-Direktorat Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Kementerian Perhubungan Rasman Ginting mengatakan dengan tingginya peningkatan volume kendaraan ini perlu dilakukan penyesuaian kondisi pelabuhan. "Kondisi saat ini perlu dilakukan evaluasi, menyusul tingginya peningkatan jumlah kendaraan yang melintas," ujar Rasman.

Jika melihat pertumbuhan volume kendaraan yang menyeberang saat ini, dermaga di Pelabuhan Merak harus ditambah dan areal parkirnya diperluas. "Kementerian Perhubungan akan membahas masalah ini dengan PT ASDP, PT KAI, dan pemerintah daerah untuk menjadikan Pelabuhan Merak sebagai pelabuhan terpadu yang ideal," katanya.

Di Seluruh Indonesia, 270 Tewas Selama Mudik

Jakarta - Kepolisian RI Korps Lalu Lintas mencatat jumlah kecelakaan di seluruh Indonesia sebanyak 1.800 kecelakaan, dengan akibat yang ditimbulkan meninggal dunia, luka ringan, dan luka berat.

"Meninggal dunia 270 jiwa, untuk luka beratnya 463 jiwa, luka ringannya 1.134 jiwa." kata Analisa dan Informasi Posko OPS Ketupat, AKP Andi Baso Rahman  di Kantor Korps Lalu Lintas, Jakarta, Minggu 28 Agustus 2011.

Andi juga menambahkan untuk kecelakaan di Polda prioritas seperti Lampung, Sulawesi Selatan, Jakarta (Polda Metro), Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali sebanyak 1.189 kecelakaan. "Dengan akibat yang ditimbulkan meninggal dunia 145 jiwa, luka beratnya 281 jiwa, luka ringannya 855 jiwa," katanya.

Selain itu, Andi mengatakan ada beberapa daerah titik kemacetan sebanyak 13 titik kemacetan yang ada di Pulau Jawa jika dikalkulasikan bisa sepanjang 40 Km. "Di daerah Nagrek kemudian Cagak kemudian kemarin Cikopo tapi tidak terlalu lama kemudian Kanci, Brebes, kemudian lintas Garut, arah Malangbong juga ada beberapa titik yang belum saya sebutkan ada tiga titik lagi" katanya.

Adapun jumlah kendaraan yang keluar masuk saat arus mudik seperti tol Cikampek, tol Ciawi, dsb. Berikut data yang dihimpun VIVAnews.com dari National Trafic Management Center, Korps Lalu Lintas.

Tol Merak         : Kendaraan masuk 39847 unit. Keluar 39576 unit.
Tol Ciawi          : Kendaraan masuk 106.487 unit. Keluar 74.478 unit.
Tol Cikampek    : Kendaraan masuk 36.652 unit. Keluar 186.794 unit.
Tol Pasteur       : Kendaraan masuk 123.110 unit. Keluar 120.309 unit.
Tol Cileunyi       : Kendaraan masuk 61.184 unit. Keluar 88.472 unit.
Sadang             : Kendaraan masuk 24.005 unit. Keluar 38.213 unit.

Dua Jalur Alternatif Pagaralam-Lahat Rusak Berat

PAGARALAM - Dua jalur alternatif yang disiapkan menghubungkan Kota Pagaralam dengan Kabupaten Lahat di Sumatera Selatan, mengalami rusak cukup parah, sehingga tidak mungkin dilalui pemudik Idul Fitri 1432 Hijriah.

Di jalan tersebut terdapat lubang di puluhan titik ruas pada Simpang Embacang, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaram, hingga Desa Muara Siban, Kabupaten Lahat, dan Dusun Bandar, Kota Pagaralam, tembus ke Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

Selain badan jalan banyak yang berlubang, juga terdapat 30 titik kondisi badan jalan sudah terkikis, mengelupas dan longsor, sehingga cukup membahayakan jika dilalui kendaraan pemudik.

"Memang kondisi kedua jalur alternatif itu mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan angkutan umum, mengingat selain jalan sudah serut dan badan jalan sudah banyak hilang terkikis air," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Pagaralam, Agustiar Effendi.

Ia mengatakan, kerusakan pada jalur Simpang Embacang di Pagaralam-Muarasiban di Lahat mulai dari Desa Gumay Ulu, Desa Rekimai, Kecamatan Tanjungtebad hingga Kota Lahat, dengan panjang sekitar 30 kilometer.

Sedangkan untuk jalan alternatif Desa Bandar, Kecamatan Dempo Selatan, tembus Kota Agung di Lahat, kata dia, kerusakan mulai dari jembatan Sungai Indikat, Desa Danau, Desa Bangka, Desa Singapure, Desa Sukajadi hingga Kota Agung.

"Kedua ruas jalan alternatif ini dapat memperpendek jarak tempuh, kalau jalur Simpang Embacang di Pagaralam-Muarasiban di Lahat hanya memiliki jarak 54 kilometer, sedangkan melalui Dusun Bandar tembus Kota Agung di Lahat hanya berjarak sekitar 34 kilometer, sedangkan untuk jalan utama berjarak sekitar 64 kilometer," ujar dia.

Sebetulnya, menurut Agustiar Effendi, dalam kondisi darurat seperti terjadi bencana alam, dapat dipastikan jalur akan putus total dan tidak ada jalan alternatif yang dapat dilalui kendaraan.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, didampingi Kasat Lantas Iptu Wawan Andi Susanto, mengatakan jalan Lahat-Pagaralam menghadapi mudik Idul Fitri 1432 Hijriah ini sudah dilakukan perbaikan ringan dengan tambal sulam di daerah jalan yang berlubang.

"Kedua ruas jalan alternatif dipastikan tidak dapat dilalui karena sudah banyak yang rusak, rawan longsor dan ada juga badan jalan amblas akibat belum ada perawatan," ujar dia lagi.

Sebagai langkah antisipasi, kata dia, telah berupaya meminimalisir dengan menyampaikan imbauan agar kendaraan berukuran besar tidak melalui jalan alternatif itu karena kondisinya rusak parah.

"Kondisi jalan alternatif ini sudah mengalami penyempitan dan puluhan titik terjadi longsor, sehingga sulit dilalui kendaraan jika lewat bersamaan," kata dia pula.

Ia mengatakan, memang saat ini kerusakan jalan alternatif Lahat-Pagaralam menjadi persoalan utama dalam bidang transportasi bila jalur utama rusak atau terjadi longsor.

Pelayanan SIM dan STNK Keliling Libur 29 Agustus-1 September untuk wilayah Polda Metro Jaya

JAKARTA - Informasi mengenai tanggal libur Samsat dan SIM di wilayah Polda Metro Jaya saat hari raya Idul Fitri dan Cuti Bersama dimulai pada Senin (29/8) hingga Kamis (1/9). Pelayanan itu akan kembali beroperasi pada Jumat (2/9).

Kebijakan libur tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa. Kebijakan itu diambil menyusul ditetapkannya cuti bersama dan libur Lebaran 1432 Hijriah.

Royke menambahkan libur bersama petugas Samsat sebelumnya ditetapkan sampai hingga Senin (5/9). Namun, dipersingkat karena menghindari penumpukan berkas permohonan perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB.

"Biar nanti ketika itu tidak sampai menumpuk sehingga menyebabkan antrean panjang. Sehingga kami percepat," jelasnya.

Namun, khusus untuk pelayanan SIM hanya tutup pada saat Idul Fitri saja. Selain itu, apabila ada permohonan perpanjangan SIM, STNK, atau BPKB yang jatuh tempo pada waktu libur bersama, pihaknya akan menoleransi.

"Demi meningkatkan kepada pelayanan, SIM hanya tutup bahwa perayaan Idul Fitri saja ," ujar Kasi SIM Arsal Sahban.

Pasar Tumpah Pantura Lamongan Bikin Macet

LAMONGAN - Sejumlah pasar tumpah di sepanjang jalur pantura Lamongan, Jatim menganggu laju kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Hambatan makin parah dengan adanya pedagang dan lahan parkir yang di pinggir jalan.

Minggu siang ini (28/8), arus lalulintas yang melewati ruas Raffles-Daendles ini mengalami kemacetan akibat keberadaan pasar tumpah tersebut.

Sejumlah pasar tumpah yang ada di sepanjang jalur Pantura ini di antaranya, pasar Desa /Kecamatan Brondong. Selain itu, pasar Blimbing, dan pasar Dengok, yang berlokasi di Kecamatan Paciran.

Pada pasar Brondong misalnya, meski keberadaan pasar berada agak jauh dari jalur pantura namun, aktivitas kendaraan yang keluar masuk ke pasar tersebut cukup menganggu arus lalu lintas.

Terlebih, dengan keberadaan terminal bayangan yang tepat berada di pertigaan pintu masuk pasar
kemacetan cukup parah. Keberadaan terminal bayangan ini seolah dibiarkan oleh petugas kepolisian.

Sebab, sekitar 50 meter dari pertigaan itu terdapat pos polisi. Namun, petugas tidak pernah menetertibkan mobil penumpang umum (MPU) itu.

Hambatan makin parah, saat hari libur berlangsung. Sebab, jalur ini selalu dilintasi kendaraan besar dan bus-bus yang hendak berwisata ke Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Kemacetan serupa, juga terjadi di titik pasar Blimbing dan Dengok, Kecamatan Paciran. Pada pasar Blimbing misalnya, jika menjelang Lebaran seperti ini aktivitas pasar ini berlangsung sejak pagi hingga sore.

Sedangkan, kendaraan warga dan motor angkutan penumpang sengaja di tempatkan di kanan dan kiri jalan. Lalulalang kendaraan dan aktivitas warga juga membuat jalan menjadi terhambat.

Hal yang sama, juga terjadi pada pasar Dengok. Bahkan, pada pasar ini sejumlah pedagang sengaja mengelar dagangannya di kanan dan kiri jalan. Akibatnya arus lalu lintas di sepanjang jalan ini juga mengalami hambatan. Terutama, pada pagi hari.

Kepala Unit Patroli Lalulintas Polres Lamongan, Inspektur Satu Fifin Subagyo menyatakan, sejumlah pasar tumpah di wilayah pantura Lamongan termasuk titik yang diwaspadai. Sebab, pada titik-titik itu rawan terjadi kemacetan. Menurutnnya, hal itu senantisa terjadi pada setiap hari.

"Terutama pada hari libur seperti sekarang ini. Kita segera minta anggota untuk bergeser ke sana," ujarnya singkat saat dihubungi, Minggu siang (28/8).

Buka Tutup Jalur Limbangan - Leuwigoong

BANDUNG - Polres Garut memberlakukan sistem tutup buka di jalur mudik ruas Limbangan - Leuwigoong Kabupaten Garut sejak pagi hari untuk memecah kemacetan di kawasan itu terutama di tiga pasar tumpah, Minggu (28/8).

Kemacetan di kawasan Limbangan terjadi sejak Sabtu (27/8) malam hingga Minggu siang ini (28/8). Bludakan pemudik baik yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua mengakibatkan kapasitas tampung jalan di ruas tersebut tidak muat.

Kemacetan juga terjadi di Pasar Lewo dan Malangbong Garut sehingga antrean kendaraan mencapai sepuluh kilometer.

Upaya mengalirkan arus mudik ke jalur Garut, justru mengakibatkan kepadatan luar biasa di jalur ke Kota Dodol itu sehingga diberlakukan sistem tutup buka dari Nagreg hingga Leles Garut.

Aktivitas pasar Limbangan dan Lewo sejak Minggu dinihari menjadi titik ketersendatan arus di jalur selatan yang hingga Minggu siang tetap padat. Kendaraan yang bergerak di jalur itu terpaksa harus sabar menempuh perjalanan dengan kecepatan sangat rendah.

Kepadatan jalur selatan selain oleh kendaraan pemudik juga lalu lintas kendaraan penduduk lokal. Selain pasar tumpah, aktivitas keluar masuk kendaraan dari rumah makan juga menjadi titik ketersendatan di jalur itu.

Kepadatan di jalur selatan diprediksi masih akan terjadi hingga Minggu malam. "Berdasarkan konfirmasi dari Polda Metro Jaya arus mudik dari Jakarta masih cukup deras ke wilayah Jabar," kata Kabag Ops Polres Bandung Kompol Herman.

Sementara itu jalur alternatif mudik Cijapati lebih banyak dipergunakan oleh pengguna jalan dari arah Garut ke Bandung. Pengendara memilih jalur Cijapati untuk menghindari kemacetan di Nagreg yang memprioritaskan jalur dari arah Bandung.

Hari Ini Puncak Kepadatan Pelabuhan Merak

JAKARTA - Antrian kepadatan pemudik hari raya Idul Fitri 1432 H di Pelabuhan Merak, Banten diprediksi akan mencapai puncaknya pada hari Minggu ini (28/8).

"Kalau di pelabuhan Merak diperkirakan mencapai puncak kemarin dan hari ini," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan saat ditemui di Pokso Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (28/8).

Ia menjelaskan jika melihat data tahun lalu penyeberangan di pelabuhan Merak-Bakauheni mencapai puncaknya pada H-3 dan H-2 lebaran.

Sementara itu berdasarkan data yang dilansir dari ASDP, hingga siang ini (28/8), jumlah penumpang sudah mencapai 111.782 orang dan kendaraan baik roda 2 maupun roda 3 mencapai 23.449 unit.

Kemudian untuk mengantisipasi kedapatan penumpang tersebut pihaknya juga telah menyiapkan 30 armada di Merak. Meski demikian ia tetap mengaku kewalahan dengan jumlah penumpang datang dalam bersamaan.

"Kalau datang bersamaan di suatu waktu tertentu itu yang sulit, karena kita memperkirakan armada untuk 24 jam," cetusnya.

Arus Mudik di Cikopo Dialihkan ke Subang

Subang - Arus kendaraan dari pintu tol Cikopo yang hendak menuju Jomin di jalur Pantai Utara (Pantura) dialihkan ke jalur alternatif Purwakarta, Subang, Cirebon, Ahad, 28 Agustus 2011.


Di Jalan tol  Cikampek saat lancar, kecepatan kendaraan rata-rata bisa mencapai 80 km perjam. Namun selepas pintu keluar, kendaraan dialihkan ke arah subang.  Melalui pengeras suara, petugas  memberitahukan bahwa arus lalu lintas di jalur pantura stagnan.


Menurut seorang petugas lalu lintas di lokasi, pengalihan itu untuk memecah arus lalu lintas yang saat ini terkonsentrasi di Sukamandi, Jawa Barat.

Namun, meski arus lalu lintas dialihkan, kendaraan di jalur alternatif yang disarankan petugas itu tetap macet parah. Di daerah Desa Palabuan, Ujung Jaya, Subang, arus lalu lintas tidak bergerak sekitar 2,5 jam. Antrean kendaraan mencapai sekitar 17 kilometer.

Menurut seorang petugas pengatur lalu lintas Brigadir Kepala Sujoko, kemacetan terjadi karena para pemudik saling serobot. Selain itu banyak sekali jembatan sempit dan jalanan yang masih berlubang, sehingga pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya. “Kami harap para pengguna jalan tidak saling serobot,” ujarnya, Ahad, 28 Agustus 2011.

Nagreg Masih Macet

Bandung - Meski sudah ada jalur baru, kawasan Nagreg tetap padat sepanjang malam mulai Sabtu malam hingga Minggu subuh. Arus mudik melalui jalur ini cukup deras baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Sistem buka-tutup jalur diberlakukan hampir sepanjang malam untuk mengalirkan arus lalu lintas baik ke arah Limbangan maupun Garut. Meski begitu, tetap saja tak mengurangi kemacetan.

"Kepadatan arus lalu lintas masih akan berlangsung Minggu siang hingga malam nanti," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandung Ajun Komisaris Polisi Eka Permatasari di Nagreg, Minggu pagi 28 Agustus 2011.

Jalur Nagreg khususnya arah ke timur nyaris tidak ada ruang kosong. Kendaraan mengular tiada henti. Bahkan saat menuruni turunan Nagreg pengendara terpaksa harus berjalan pelan di turunan curam itu karena kondisi macet.

Bahkan jalur Nagreg Garut sempat macet total pada Minggu pagi akibat aktivitas di Pasar Kadungora Garut. Sebaliknya arus lalu lintas ke jurusan barat atau arah Bandung kosong, kecuali dari arah Malangbong hingga Limbangan. Di depan Pasar Limbangan, lalu lintas bahkan hampir sejam tidak bergerak.

Antrean di kawasan ini jaraknya hampir 10 kilometer. Kendaraan roda dua diarahkan menggunakan jalur kiri untuk menghindari saling serobot di lajur kanan.

Pemudik motor juga masih banyak hingga tengah malam. Mereka parkir di sejumlah warung makanan di kawasan itu untuk makan sahur.

Di kawasan Limbangan, lebih dari seratusan personel Polri memagar betis kawasan Limbangan khususnya dekat pasar hingga ke kawasan Sasakbeusi. Sejumlah petugas berupaya maksimal mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur Limbangan yang tersendat sejak pagi hari.

Di kampung Pamuncatan, Nagreg, pada H-2 pagi ini, arus kendaraan dari arah Bandung/Jakarta ke arah Garut/Tasikmalaya tampak masih padat merayap memasuki turunan Nagreg. Ekor antreannya tampak mencapai hingga depan kantor Polsek Nagreg, atau sekitar 500 meter dari turunan pertama Pos Tangan.

Pemudik sepeda motor masih tampak dominan. Menyerbu setidaknya sejak sekitar pukul 06.00 tadi, sebagian dari mereka tampak menunggangi sepeda motor bertiga, dengan anak mereka yang masih di bawah lima tahun menyelip di tengah.

Korban Mudik Berjatuhan, 178 Orang Tewas

JAKARTA - Korban kecelakaan lalu lintas laut dan darat saat arus mudik Lebaran 2011 berjatuhan. Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2011 Kementerian Perhubungan melaporkan, hingga Sabtu kemarin pukul 20.00 terdapat sedikitnya 178 orang tewas.
Selain jumlah korban tewas itu, masih ada 389 orang mengalami luka berat dan 746 orang luka ringan. Lokasi kecelakaan tersebar di beberapa daerah.
Itu termasuk kecelakaan kapal penyeberangan KM Windu Karsa dari Bajoe, Sulawesi Selatan, menuju Kolaka, Sulawesi Utara, Sabtu dini hari. Sebanyak 12 orang tewas dan 93 orang lainnya berhasil diselamatkan.
Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2011 Kementerian Perhubungan tidak menerima laporan jenis kecelakaan yang terjadi.
Antrean
Antrean saat hari puncak mudik umumnya diketahui para pemudik melalui sejumlah media. Namun, ketidaksiapan pemudik untuk menjalani antrean, seperti di Pelabuhan Merak, tetap saja terjadi.

Truk, Avanza dan Motor Tabrakan Karambol

SRAGEN - Tabrakan karambol melibatkan Toyota Avanza, Truk TS dan dua motor, pukul 05.00 kemarin terjadi di jalan Raya Sragen - Solo, di Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen.
Musibah mengakibatkan korban Siti Dhuriatulumah (33) warga Jalan Kol.Abunjani, Jambi, penumpang mobil Avanza B-1035-HF mengakibatkan luka berat di bagian kepala.
Korban lain yang luka ringan pengemudi Avanza Muh Zainal Arifin (35), dan penumpangnya Aji Rifai Solikhin (70) dan H Siti Nihayah (55) istri, serta Mustapirin (45). Selian itu ada korban luka-luka pengendara Honda Vario AE-5365-KH, Ivondiona Aga Maxsettya (25) warga Cepoko RT 05 RW 02, Ngrambe, Ngawi (Jatim), Pengendara Yamaha Vixion K-2486-LP Septadi Setyo Utomo (31) warga Harjobinangun, Toroh, Grobogan, luka-luka dan dirawat di RSI Amal Sehat, Sragen.
Tabrak Truk
Sopir truk Ibnu dan kernet Sutarno mengatakan, semula mobil Avanza melaju kencang dari arah barat menyalip empat mobil tak dikenal di jalan Raya Sragen - Solo, tepatnya di Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen. Melihat mobil itu mnelaju sangat kencang dan berjalan agak ke kanan karena menyalip empat mobil, Ibnu pengemudi truk AD-1354-VF berusaha menepi dan menghentikan laju truknya.
Rupanya mobil Avanza yang melaju kencang dan berjalan terlalu kekanan itu seperti tak mengurangi laju mobil. Sopir Ibnu dan kernet Sutarno pun mengangkat kaki, khawatir benturan mobil yang mengenai truk bisa menjepit kaki mereka. Sekian detik kemudian, terdengar suara blaar...! Mobil Avanza itu menabrak bumper truknya. Karena benturan keras, ban depan truk sampai terlepas.
Setelah menabrak truk, mobil Avanza oleng ke kiri menghantam dua motor pemudik, Yamaha Vixion dikendarai Septadi Setyo Utomo dan Honda Vario dikendarai Ivondiona AM.

Pemudik Sepeda Motor Masih Ramai Lintasi Cilegon

CILEGON - Memasuki H-2, pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua hingga pukul 03.00 WIB dini hari masih ramai melintas di jalan protokol Kota Cilegon dari arah Jakarta menuju Pelabuhan Merak.

"Lalu lalang pemudik yang melintas menuju arah Pelabuhan Merak, dilakukan secara bergerombol", kata Andi, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Minggu.

"Dari sejak tadi, kendaraan pemudik roda dua yang lewat, tidak pernah berhenti," imbuh Andi.

Dia mengatakan, pemudik dengan menggunakan sepeda motor umumnya adalah pemuda yang tidak membonceng atau membawa keluarga.

"Kalau saya perhatikan, sejak tiga jam lalu, pemudik yang datang tidak membonceng, mereka datang bergerombol sendiri-sendiri," ujar Andi.

Andi menduga pemudik roda dua pada hari ini, adalah sekelompok pemuda yang bekerja di perusahaan yang sama. "Kelihatannya pemudik yang sekarang melintas, adalah mereka yang bekerja di satu pabrik."

Senada dijelaskan Wanda. Menurut petugas Dishub ini, pemudik yang ada pada H-2 kebanyakan adalah pemuda. "Kelihatannya, mereka adalah pemudik yang tinggal satu kampung, dan kalau dilihat adalah orang Lampung, bukan dari daerah lain, karena plat nomor polisi daerah Lampung."

Salah seorang pemudik, Ruslam saat ditemui bersama dengan puluhan temannya di warung nasi uduk menjelaskan, kepulangannya ke

Kota Bumi, Lampung, beramai-ramai dengan temannya.

"Kami satu kerjaan di perusahaan konstruksi, dan dari kampung yang sama. Kami baru dapat libur hari ini, makanya kami beramai-ramai mudik," katanya.

Jalur Bali Selatan Rawan Kecelakaan


Denpasar - Jalur mudik di kawasan Selatan Bali rawan kecelakaan. Pemudik diminta hati-hati melewati jalur yang sering dilalui kendaraan besar tersebut.
Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali Komisaris Besar Polisi Syauqie Achmad di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Jumat (26/8/2011).
"Angka kecelakaan saat mudik lebih banyak terjadi di jalur selatan dibandingkan jalur utara Bali," kata Syauqie.

Disebutkan, terjadi peningkatan angka kecelakaan sebesar 15 persen di jalur selatan Bali pada tahun 2010 dibanding tahun 2009.Jumlah kecelakaan di jalur selatan yang menghubungkan Denpasar ke Pelabuhan Laut Gilimanuk, Jembrana pada tahun 2010 sebanyak 15 kasus, sedangkan tahun 2009 terjadi 13 kasus.

Angka kecelakaan di jalur selatan Bali lebih tinggi dibanding angka kecelakaan di jalur utara atau jalur alternatif dari Singaraja-Gilimanuk sebanyak sembilan kasus pada 2010. Angka kecelakaan meningkat dua persen dibanding tahun 2009, yang hanya terjadi tujuh kasus.

Jumlah korban meninggal menurun sebesar 17 persen di tahun 2010 dibandingkan tahun 2009. Korban luka berat mengalami kenaikan 27 persen, dan korban dengan luka ringan meningkat 33 persen.

Penyebab kecelakaan, menurut Syauqie, karena faktor kelalaian pengendara dan faktor jalan yang medannya berat. Jalur Denpasar-Gilimanuk yang rawan terjadi kecelakaan adalah di kilometer 24, 25, 32 dan 38. Medan sangat berat karena memiliki tingkungan tajam dan tanjakan curam.

Sebelumnya, kecelakaan menimpa pemudik dari Bali menuju Jawa. Seorang pemudik, Yayuk Supriyanti (26) tewas akibat terlindas truk di kawasan Cekik, Rabu (24/8/2011).

Ia menghimbau, pemudik berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas. Jika kelelahan, pemudik disarankan beristirahat di pos polisi yang ada di sepanjang jalur mudik

POSKO KESEHATAN BERGAS BUKA 24 JAM

HUMAS-BERGAS : Pemkab Semarang menyediakan posko kesehatan yang beroperasi 24 jam menghadapi lebaran 2011 mendatang. Posko itu merupakan pengembangan dari Puskesmas Bergas yang memiliki fasilitas instalasi gawat darurat dan rawat inap. Kesiapan pelayanan kesehatan bagi para pemudik itu ditinjau oleh Bupati H Mundjirin, Wakil Bupati H Warnadi dan pejabat terkait lainnya, Kamis (25/8) siang.

Saat kunjungan Bupati mendapat penjelasan dari Kepala Posko dr Thomas Triyono yang juga kepala Puskesmas Bergas. Dikatakan, posko dilengkapi dengan peralatan memadai untuk penanganan pertama pada kecelakaan. Selain itu ada pula lima orang dokter dan sekitar sepuluh tenaga paramedis yang bekerja secara bergiliran. “Kami juga menyediakan mobil ambulance untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” ujar Thomas.
Sementara itu Bupati H Mundjirin mengharapkan para petugas dapat bekerja maksimal. Namun demikian, pengaturan jadwal piket tetap diperlukan untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi para pemudik. “Usahakan pelayanan maksimal selama 24 jam untuk kenyamanan para pengguna,” kata Bupati.
Bupati H Mundjirin juga meminta kepala posko untuk membuat tanda pengenal keberadaan posko kesehatan itu. Sebab letak posko yang strategis di tepi jalan raya Semarang-Solo atau di kompleks Kantor Camat Bergas menjadikan posko sebagai salah satu pilihan utama para pemudik.
Pada hari yang sama, Bupati dan rombongan juga meninjau kesiapan pelayanan publik di Terminal Bawen dan ketersediaan kepokmas di Pasar Karangjati dan Pasar Bandarjo.

GENG MOTOR PENGGANGGU PEMUDIK AKAN DI TANGKAP

Cirebon - Mengantisipasi aksi geng motor yang disinyalir akan mengganggu para pemudik, Polres Cirebon Kota menyebar anggotanya di sejumlah titik. Saat bertugas nanti, personil polisi akan berpakaian preman.

Personil yang dilibatkan tersebut terdiri dari pasukan Dalmas Sat Samapta, Sat Reskrim dan Sat Intelkam.

Mudik adalah hajat nasional, jadi bagi siapapun termasuk geng motor yang akan mengganggu para pemudik akan kami sikat," tegas Kasubag Humas Polres Cirebon Kota AKP H Yana Mulyana Sabtu 27 Agustus 2011.

Menurutnya, Polres Cirebon Kota pasti menindak tegas geng motor yang meresahkan masyarakat dan pengendara lain.

Polres Cirebon juga terus melakukan patroli dalam kota dan jalur pantura. Selain menyebarkan anggota berpakaian preman dan juga terus melakukan patroli kewilayahan dan jalur pantura.

Berdasarkan pantauan pukul 21.51 tadi, para pemudik yang didominasi sepeda motor melalui jalur pantura Cirebon tampak ramai. Bahkan, dibeberapa titik di Kota Cirebon mengalami kemacetan.

MOBIL MASIH MENDOMINASI JALUR PANTURA

Pekalongan - Arus mudik di jalur pantai utara Pulau Jawa (pantura) Pekalongan-Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dari arah barat (Jakarta) menuju timur (Semarang)  masih didominasi mobil pribadi dan sebagian lainnya sepeda motor.
Dari hasil pencatatan petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekalongan, sejak pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 54.945 kendaraan melintas dari arah barat (Jakarta) menuju ke Semarang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Pekalongan, Muanas Budi Setyono, mengatakan, kepadatan arus lalu mudik di jalur pantura Kota Pekalongan, pada Sabtu pagi didominasi pemudik sepeda motor. Namun, setelah sore hari lebih cenderung oleh mobil pribadi.
"Kepadatan arus mudik sepeda motor mencapai 26.058 unit. Namun, kepadatan mobil pribadi hingga Sabtu sore lebih meningkat lagi," katanya. Ia mengatakan, pemudik bersepeda motor itu pada umumnya melaju beriringan saat memasuki Kota Pekalongan dengan membawa berbagai barang yang diikatkan di belakang bodi sepeda motor.
"Hari ini merupakan puncak arus mudik Lebaran. Namun kepadatan arus mudik kendaraan kami perkirakan hingga Minggu (28/8) malam," katanya. Ia pun mengimbau, para pemudik yang kelelahan dapat beristirahat di tempat yang aman atau yang telah disediakan oleh petugas di sepanjang jalur pantura Pekalongan.

SITUASI ARUS MUDIK DI PELABUHAN MERAK

Merak - Malam ini, Sabtu 27 Agustus 2011, diperkirakan bakal menjadi puncak arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten.

Sebelumnya PT ASDP Indonesia Ferry memperkirakan pucak arus mudik akan terjadi pada H-2. Namun, dilihat dari situasi kedatangan penumpang dan kendaraan di pelabuhan sejak pagi hingga sore ini terus mengalami peningkatan.

Tingginya kedatangan kendaraan pemudik tujuan Sumatera melalui pelabuhan tersibuk di Indonesia itu menyebabkan areal parkir di dalam pelabuhan dipadati kendaraan. Ribuan kendaraan sejak Jumat 26 Agustus 2011, kemarin hingga sekarang terpaksa harus antri di jalan Cikuasa Atas yang jaraknya sekitar 2 km dari gerbang Pelabuhan Merak. 

La Mane mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, sebanyak 40 kapal yang ada saat ini disiagakan dengan pola 30 hingga 31 kapal beroperasi sisanya stand by.

Selain itu juga, sebagai pengelola pelabuhan akan meningkatkan trip kapal dari 101 trip/hari menjadi 108 trip.

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI