Untuk membangun rasa aman
dan nyaman para pemudik yang melalui wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa
Barat, Polres Cianjur mensiagakan penembak jitu (sniper) di beberapa titik rawan.
Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heriyanto mengatakan bahwa ada tiga titik yang ditempatkan sniper. ”Beberapa daerah yang disiagakan sniper di antaranya kawasan Jonggol, Cibeet dan Cikalong,” kata dia.
 |
Polres Cianjur mensiagakan penembak jitu (sniper) di beberapa titik
|
Agus menjelaskan, tiga kawasan ini hanya sebagian daerah yang dianggap rawan. Para sniper juga disiagakan di beberapa titik lain yang mempunyai potensi kerawanan tinggi.
Wilayah rawan biasanya
adalah perlintasan yang melalui hutan dan perkebunan. Di daerah ini,
biasanya tidak ada penerangan yang cukup. Selain itu, jarak ke pemukiman
penduduk sangat jauh, sehingga menjadi tempat favorit penjahat
melancarkan aksinya.
”Para sniper yang disiagakan
sebagai bagian penting untuk melindungi para pemudik yang melalui
kawasan rawan terutama malam hari. Selain itu unit reaksi cepat juga
tengah disiapkan di beberapa titik untuk melakukan tindakan cepat saat
mendapat laporan. Jadi ini merupakan sebuah langkah pengamanan
terkoordinasi,” ungkapnya.
Para sniper mulai bertugas
pada H-7 hingga H+7. Setelah lewat masa ini keberadaanya akan ditarik
kembali, namun bila kondisi dirasa masih rawan, tim sniper ini akan diperpanjang masa tugasnya.
Untuk
mengantisipasi ancaman teror, Polres Cianjur juga mendapatkan bantuan
dari satuan Brimob dan unit anjing pelacak (K-9). Unit spesial ini
disiagakan di Mapolres Cianjur dan akan bergerak setiap saat jika ada
laporan yang masuk.
Untuk pengamanan Idul Fitri tahun ini, 700
anggota atau 2/3 dari jumlah kekuatan Polres keseluruhan dikerahkan.
Mereka akan bergabung dengan 1.325 personel gabungan yang dikerahkan
untuk pengamanan Lebaran 1432 Hijriyah atau Operasi Ketupat Lodaya 2012.
”Tim
Operasi Ketupat Lodaya 2012 selain memberikan rasa aman bagi pemudik
juga sekaligus untuk meminimalisir angka kecelakaan bahkan pelanggaran
lalu lintas. Operasi ini berjalan mulai dari H-7 hingga H+7, dengan
melibatkan 1.325 personil gabungan unsur, Polri, TNI, Pemadam Kebakaran,
Satpol PP, Dishub, PMI dan anggota Pramuka,” pungkasnya. (eh)
sumber : vivanews.co.id