Sabtu, 27 Agustus 2011
Empat hari jelang Lebaran 2011/1432, arus mudik di Terminal Kertonegoro belum mengalami lonjakan penumpang yang cukup berarti. Suasana yang terlihat sibuk justru di areal luar terminal. Tampak di lokasi itu beberapa pos dengan tenda yang didirikan sebagai tempat mangkal tukang ojek dan rest area.Menurut Sulistyawan,salah seorang pengelola tendamusiman ini, tenda itu didirikan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang menuju daerah pelosok. ”Empat hari menjelang lebaran ini memang belum ada peningkatan pemudik, kemungkinan nanti malam baru terasa lonjakanya tetapi kami sudah antisipasi sejak awal dengan membangun khusus pos ojek seperti tahun lalu,”kata Sulistyawan.
Menurut dia,hingga kemarin suasana sekitar terminal masih terlihat normal.Belum ada lonjakan pemudik yang terlihat.Bahkan,sulit dibedakan antara pemudik dengan pengguna angkutan biasa yang menuju daerah sekitar Ngawi.”Semenjak terminal ini didirikan saya sudah bekerja di sekitar terminal ini.Dan memang untuk tahun ini sepertinya tidak terlalu besar arus pemudiknya yang turun maupun berangkat dari terminal ini,”ujarnya.
Pantauan pada siang kemarin,suasana terminal tampak lengang. Di dalam lokasi terminal tidak ada aktivitas mencolok. Bahkan,di sudut tempat ngetem minibus antar wilayah di Ngawi,tidak ada satu pun armada yang terparkir.Seluruh armada malah berkumpul di pool utama. Kedatangan bus dari luar kota pun juga tak banyak menurunkan pemudik dan hanya belasan jumlahnya. Penumpang yang hendak ngetem di lajur bus antar kota juga terbilang minim sekali. ”Kita mempridiksi lonjakan penumpang bakal terjadi mulai nanti malam sementara pihak kita sudah mempersiapkan sejak awal segala fasilitas yang akan digunakan para pemudik,”kata Subandi,kepala UPTD Terminal Kertonegoro Ngawi.Dia memprediksi,puncak arus mudik yang akan terjadi di terminal Kertonegoro Ngawi akan terjadi pada H-2 hingga H-1 mendatang dengan peningkatan 73 persen. (tim)