Hindari Jalur Lalu Lintas Ungaran - Bawen

Rabu, 31 Agustus 2011

SEMARANG —  Arus lalu lintas di jalur Semarang - Karangjati - Bawen di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, hingga Rabu (31/8/2011) pukul 19.00, dilaporkan padat merayap. Kepadatan arus kendaraan bermotor itu terjadi menyusul banyaknya pengendara yang bepergian melintasi jalur tersebut.
Upaya merekayasa arus lalu lintas di ruas jalur Semarang - Bawen, sudah dilakukan petugas Kepolisian Resor Ungaran. Rekayasan lalu lintas terutama mulai Ungaran - Karangjati - Bawen.
Untuk semua kendaraan yang datang dari arah Bawen menuju ke Ungaran, sejak mulai Karangjati sudah dibuat pola 3-1. Yakni, untuk kendaraan dari Karangjati menuju ke Ungaran tersedia tiga lajur, sebaliknya arus lalu lintas hanya satu lajur bagi pengendara bermotor dari Ungaran menuju ke Karangjati-Bawen.
"Jarak Bawen - Ungaran kurang lebih 20 kilometer. Saat ini kondisi jalur itu padat dan cenderung kerap macet. Kemacetan terjadi karena arus lalu lintas begitu padat. Jarak sejauh itu normalnya bisa ditempuh 1,5 jam, tapi arus lalu lintas yang padat menyebabkan Bawen - Ungaran memerlukan waktu tempuh sampai 3,5 jam lebih," ujar Subagyio, pemudik asal Salatiga yang menuju Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Pola 3-1 yang dibuat oleh petugas kepolisian di Ungaran, dengan membagi arus kendaraan secara terpisah tidak banyak berfungsi melancarkan arus lalu lintas.
Pemisahan arus kendaraan itu menggunakan pemasangan pemisah dari bambu sepanjang jalan mulai Ungaran hingga Karangjati. Pola itu tidak banyak berfungsi melancarkan arus lalu lintas karena volume kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan kondisi jalan yang sempit.

Traffic Light Disambar Petir, Lalu Lintas Kacau

BALIKPAPAN - Hujan deras disertai petir yang mengguyur Kota Balikpapan pada Selasa malam (30/8/2011), mengakibatkan sistem lampu lalu lintas di Kota Balikpapan lumpuh. Pasalnya trafict light yang ada di pusat kota, tepatnya di simpang tiga Jl Jenderal Sudirman dan Jl A.Yani, disambar petir.
Hal itu disampaikan oleh Viktor, petugas Satlantas Polres Balikpapan yang bertugas hari ini (31/08/2011). "Repotnya di sini pusat kota, arus lalu lintas padat, tapi traffic light mati," ujar Victor.
Victor mengaku sudah berupaya menghubungi pihak Dinas Perhubungan untuk membantu kelancaran lalu lintas. "Tapi sampai sekarang mereka belum datang," tandasnya.
Lampu lalu lintas tersebut sudah padam sejak pukul Rabu dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Dan hingga berita ini dibuat, belum ada tanda-tanda lampu lalu lintas itu diperbaiki.

Lalu Lintas Cikopo, Jomin & Nagreg Ramai Padat

BANDUNG -  Situasi lalu lintas di kawasan Cikopo, Jomin & Nagreg masih ramai Padat. Peningkatan arus lalu lintas terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dimana banyak warga yang bepergian untuk bersilaturahmi ke arah Garut dan sekitarnya.

Jajaran Polres Bandung menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di jalur itu, terutama di kawasan Cikaledong dan Pamucatan. Sejumlah personil juga digeser ke jalur Lingkar Nagreg untuk mengantisipasi lonjakan arus di jalan yang mengalirkan arus lalu lintas dari arah timur ke barat itu.

"Mulai hari ini arus lalu lintas wisata dipastikan meningkat, dan mulai H+1 mendatang kemungkinan berbaur denga arus balik. Kami antisipasi kepadatan di kawasan Nagreg dengan memaksimalkan jalur Lingkar Nagreg yang sudah dilandaikan," Kabag Ops Polres Bandung Kompol Herman, Rabu (31/8).

Sementara itu lalu  lintas warga yang bersilaturahmi juga terjadi di jalan-jalan di Kota dan Kabupaten Bandung. Mereka menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Seperti di kawasan Majalaya - Ciparay - Baleendah terjadi kepadatan arus lalu lintas. Bahkan kemacetan terjadi di kawasan Pasar Ciparay, dimana terdapat persilangan arus kendaraan di kawasan itu.

"Selain lalu lintas warga yang silaturahmi, arus wisata juga sudah mulai terlihat di jalur. Kami antisipasi di tiga titik yakni jalur Nagreg, Pangalengan dan Ciwidey," katanya.

Tempat Hiburan Mulai Diserbu Pengunjung

SURABAYA — Seusai menggelar shalat Idul Fitri, pada Selasa (30/8/2011) dan Rabu (31/8/2011), situasi Kota Surabaya mulai ramai, terutama di sekitar tempat hiburan dan pusat perbelanjaan.

Beberapa taman yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya dan dilengkapi arena permainan khusus anak-anak dan remaja seperti Taman Bungkul dan Taman Flora juga mulai ramai pengunjung.

Arus lalu lintas pada Rabu (31/8/2011) relatif lengang setelah shalat Idul Fitri yang digelar tadi pagi. Kebun Binatang Surabaya hingga saat ini sudah dikunjungi lebih dari 7.000 orang baik dari Surabaya maupun luar kota.

Pedagang makanan keliling, seperti bakso dan makanan khas Surabaya lontong balap, juga memilih berjualan di sekitar pusat keramaian, seperti taman bermain dan pusat hiburan.

Biasanya selepas pukul 10.00 WIB sudah banyak warga yang meninggalkan rumah dan menuju pusat perbelanjaan dan tempat bermain. "Tetapi, tahun ini agak sepi, apa banyak yang mudik atau karena hari Lebaran berbeda?" tanya Tukiman (45), pedagang lontong balap yang mangkal di Taman Bungkul.

Pantauan Udara Polri: Jalur Mudik Selatan-Utara Lancar

Jakarta - Arus mudik terus meningkat. Meski demikian, jalur selatan dan utara secara umum terpantau lancar.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Baharkam) Polri Komjen Imam Sudjarwo usai meninjau arus lalu lintas menggunakan helikopter, di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (28/8/2011).

"Situasi lalu-lintas sepanjang jalur lancar, tidak ada terkendala, arus mengalir terus hingga ke Jateng. Hanya sedikit di Jomin, itu agak padat tapi merayap, secara umum lancar," papar Imam.

Imam memantau melalui udara melewati jalur selatan dan utara, kemudian setelah itu kembali lagi ke Jakarta.

"Kita lewati sepanjang jalur tol Cikampek, kemudian kita ke arah Subang, kemudian ke arah selatan Subang, lalu ke arah Sukamadi, Indramayu, ke Jomin lalu kembali ke Jakarta," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan akan terus meningkat, polisi telah menyiapkan pos-pos pengamanan di titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Menurutnya puncak arus mudik akan terjadi nanti malam dan besok hari.

"Kita sudah siapkan sepanjang jalur titik lelah dan rawan kemacetan maupun titik rawan kecelakaan. Kita tempatkan pos dan anggota kita di sana," ungkapnya.

Selain itu, polisi juga telah menyiapkan kendaraan pengurai kemacetan sepanjang jalur pantura dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

Lalu Lintas dari Cinere ke Jakarta Padat

JAKARTA  - Pada hari Lebaran ini, lalu lintas dari arah Cinere ke pusat kota Jakarta macet parah. Antrean mobil merayap mulai dari kawasan Cinere Mal hingga Lebak Bulus arah jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Antrean semakin parah oleh pengendara mobil yang kerap menyalip sembarangan hingga kemacetan makin menjadi. Cuaca dilaporkan cerah.
Sementara gerbang tol JORR Veteran dipadati antrean mobil mencapai 500 meter dari arah Serpong menuju Jakarta.
Meski demikian arus lalulintas selepas pintu tol terpantau lancar. Para pengguna jalan disarankan untuk menggunakan lajur jalan paling kanan. Selain pengguna jalan diimbau untuk tertib dan tidak menyalib antrean.
Sebelumnya jalan tol Serpong- Bintaro di kedua arah sangat padat.mobil yang menuju Jakarta terlihat antre di gerbang Tol Pondok Ranji hingga mencapai 100 meter. Sebaliknya dari Jakarta menuju Serpong juga terpantau padat.
Umumnya mereka hendak bersilaturahim di rumah sanak saudaranya. Meski padat, hingga saat ini lalulintas masih lancar.

Jalan Raya Bogor ke Cililitan jakarta Padat

JAKARTA  - Jalan Raya Bogor dari Cimanggis hingga Pasar Rebo padat tapi lancar. Lalu lintas didominasi oleh sepeda motor.
Kompas yang melintas pukul 11.00 WIB melihat kondisi jalan raya yang dipadati terutama oleh kendaraan roda dua yang sebagian besar pengendara dan penumpangnya memakai pakaian pesta untuk merayakan hari raya lebaran.
Sepanjang jalan relatif lancar, kecuali tersendat di pertigaan-pertigaan seperti pertigaan Cibubur, Ciracas dan perempatan lampu merah Pasar Rebo. Sementara itu, pintu tol Cililitan ke arah Jakarta kendaraan roda empat cukup padat. Baik yang mau memasuki tol dalam kota ataupun mau keluar ke arah Cawang.
Sekalipun cukup padat tetapi lalu lintas tetap berjalan. Terlihat juga beberapa kendaraan yang mogok karna cuaca yang panas dan sistim pendingin mesin yang buruk, membuat arus lalu lintas tersendat.

Lebaran, Ribuan Warga Jakarta Padati Ragunan

Jakarta - Ribuan warga Jakarta memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata ke Taman Margasatwa (TM) Ragunan. Gajah tunggang dan kereta wisata jadi primadona pengunjung Ragunan.

"Sudah ada 5.300 orang pengunjung sejak pukul 10.40 WIB," kata Humas Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang Prihantoro, kepada detikcom, Rabu (31/8/2011).

Menurut dia, jumlah pengunjung akan terus bertambah pada siang hari nanti. "Ini belum terlalu ramai. Pada hari ketiga Lebaran tahun 2010, pengunjung bisa mencapai 168 ribu orang," ujar dia.

Ragunan juga menyajikan permainan-permainan menarik bagi para pengunjung. Ada gajah, unta, dan kuda tunggung. Selain itu, ada permainan kereta wisata yang mengajak pengunjung berkeliling areal Ragunan dan permaian anak-anak lainnya.

Tiket Ragunan tidak mengalami kenaikan saat Lebaran. Harga tiket masih terjangkau kantong masyarakat. Tiket untuk dewasa dipatok Rp 4.000 dan anak-anak hanya Rp 3.000.

Sementara itu, arus lalu lintas menuju Ragunan masih normal sehingga belum ada pengalihan arus lalu lintas dari Kepolisian. Kepadatan kendaraan terjadi di jalan-jalan menuju Ragunan, seperti Jalan Harsono RM.

"Belum ada pengalihan. Namun apabila terjadi kemacetan biasanya pengunjung diurai dan bisa melalui wilayah Timur, Barat dan Selatan," kata dia.

POLISI TUTUP JALAN MENUJU K ARAH MONAS

Jakarta - Aparat Kepolisian menutup seluruh akses menuju lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, sejak pukul 19.00 WIB.

Penutupan diberlakukan di ruas menuju Jl Medan Merdeka Barat dari arah Tugu Tani. Lalu lintas dari Pasar Baru menuju Jl Veteran juga ditutup menjelang pintu masuk Masjid Istiqlal.

Polisi juga menutup akses menuju Monas dari Jl Medan Merdeka Selatan. Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke Monas maupun memarkirkan kendaraannya di dekat pintu masuk tersebut.

Karena tidak diperbolehkan masuk, warga hanya berkeliling saja di seputar Monas. Mereka datang dengan kendaraan roda dua maupun empat. Ada beberapa rombongan yang datang ke Monas lengkap dengan bedug di atas kendaraan mereka. Lalu lintas pun macet.

Sementara di dalam Monas terlihat kerumunan warga yang mengikuti malam takbiran. Mereka mayoritas telah berada di Monas sejak sore atau sebelum adanya penutupan pintu masuk. Sesekali, bunyi petasan dan kembang api tampak menghiasi langit Monas.

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI