Kendaraan Sepi, 3 in 1 Tak Berlaku

Senin, 29 Agustus 2011


JAKARTA - Tidak seperti hari biasa kawasan 3 in 1 boleh dilalui kendaraan satu orang selama libur Lebaran. Bebasnya aturan 3 in 1 ini berlaku mulai Jumat (2/9/2011).

Kasubag Tekinfo Kompol Pujianto mengatakan alasan bebasnya aturan 3 in 1 ini karena hari cuti bersama dan libur hari raya Idul Fitri sehingga membuat arus lalu lintas sepi.

"Makna 3 in 1 itu kan untuk mengurangi kemacetan. Jika sepi kendaraan maka tidak masalah," ujarnya, Senin (29/8/2011).

Dikatakan juga penerapan kembali 3 in 1 akan dilakukan pada hari Senin (5/9/2011) karena waktu cuti bersama dan libur nasional sudah habis.

Pemberlakukan kawasan 3 in 1 pada beberapa ruas jalan protokol seperti Jalan Sisingamangaraja, Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, Majapahit, Gajah Mada, Pintu Besar Selatan, Pintu Besar Utara, Hayam Wuruk, dan sebagian Jalan Jenderal Gatot Subroto mulai persimpangan Jalan HR Rasuna Said

Pengendara Motor Tewas

Pontianak, Rudi, 19 tewas dengan luka robek sepanjang kaki kanan, setelah ditabrak mobil tanki air diperempatan Parit Nenas, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak Utara, Sabtu (27/8).
Informasi yang dihimpun, Rudi berboncengan dengan sepeda motor yamaha KB 2651 SS yang dikendarai Djunaidi, 19, mereka dari arah siantan hendak menuju Pontianak.
Saat diperempatan lampu merah parit nenas mereka mencoba menyalip mobil tanki air yang ada didepannya dari arah kanan, naas kendaraan keduanya tersenggol bagian kanan mobil tanki.
Rudi yang dibonceng  terpental, kemudian disambar truk tanki, sementara Djunaidi terseret bersama kuda besinya, kaki Rudi luka robek dari pangkal paha hingga mata kaki, akibatny nyawa pemuda ini tak tertolong lagi, sementara Djunaidi hanya mengalami luka lecet ringan.
Menurut Djunaidi ketika itu ia bersama Rudi hendak pergi ke jalan pangeran Antasari, rencananya korban hendak membeli hp sama temannya di jalan Antasari, “katanya.
Diakuinya warga Wajok Hulu ini, dia mengemudikan kendaraan dengan kecepatan lumayan tinggi sehingga ketika insiden tersebut terjadi Djunaidi terseret sementara Rudi terpental, “saya terseret, kawan saya terpental .” katanya.
Warga sekitar yang mengetahui insiden ini, menghubungi pihak kepolisian, sementara Rudi langsung dilalrikan kerumah sakit, namun karena luka parah, nyawanya tak tertolong, kasus ini ditangangi Polantas Polresta Pontianak.

Selama Lebaran, Bus Pariwisata Dilarang Masuk Malioboro

Yogyakarta - Selama lebaran hari raya Idul Fitri 1432 H, mulai H-7 hingga H+7, bus pariwisata tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Malioboro. Aturan ini diberlakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan arus lalu-lintas di kawasan jantung kota Yogyakarta.

"Semua bis pariwisata, baik ukuran besar atau kecil dilarang masuk ke Malioboro pada pada H-7 hingga H+7 lebaran. Ini untuk menghindari dan mengurangi kemacetan seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Bagian Operasional Polersta Yogyakarta, Kompol Arthur Simamora di sela-sela pemantauan arus lalu lintas di kawasan Malioboro Yogyakarta, Senin (29/8/2011).

Menurut Arthur, pihaknya telah memantau melalui posko-posko pintu masuk kawasan Malioboro seperti posko Tugu, posko pintu KA Stasiun Tugu/Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Posko Kantor Pos Besar Yogyakarta. Bus pariwisata hanya diperbolehkan parkir di tempat-tempat yang telah ditentukan seperti di parkiran Bank Indonesia, parkiran Ngabean dan Alun Alun Utara. Sedangkan mobil pribadi masih diperbolehkan masuk menuju Malioboro.

"Hari ini mobil dan motor yang masuk ke Malioboro juga sangat padat, arus lalu-lintas sedikit terhambat di Jl Kleringan, depan Malioboro Mal dan depan Pasar Beringharjo. Selama dua hari terakhir ini arus lalu lintas di Malioboro lebih padat dibanding hari biasanya," katanya.

Untuk mengurangi tingkat kemacetan di kawasan terpadat di jantung kota Yogyakarta, pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa titik atau jalan yang menjadi penyangga kawasan Malioboro. Untuk pintu masuk utama Malioboro dari simpang empat Tugu di jalan Mangkubumi sudah ada petugas yang akan memantau. Sedang di tempat lain di antaranya dari simpang empat Pingit, simpang empat Ngabean dan simpang empat Gondomanan.

"Di semua tempat itu akan memantau sehingga bila ada bis atau kendaraan besar akan menuju Malioboro langsung kita minta untuk menuju tempat parkir yang telah disediakan," katanya.

Angkutan Umum Masih Menjadi Pilihan Mudik


Jakarta - Sekitar 3 juta orang lebih memilih alternatif mudik menggunakan angkutan umum. Dari seluruh jenis transportasi yang ada, masyarakat yang berangkat naik bus mencapai 1,2 juta orang. Sementara pemudik dengan angkutan udara dari Jakarta ke Pulau Jawa mencapai 608.571. Kenaikan penumpang penumpang hari ini sudah mencapai 44 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Analisa dan Informasi Posko Operasi Ketupat Mabes Polri, Ajun Komisaris Andi Baisur Rahman, minggu 28 Agustus 2011. Dia mengatakan hingga H-3 Lebaran ini, jumlah penumpang yang mengantre di sejumlah terminal paling banyak berada Pulau Jawa.

Pemudik yang melintasi penyebrangan Merak dan Bali kini sudah mencapai 571.530 orang. Kereta api khusus di stasiun Senen mencatat sekitar 357.562 penumpang. Kemudian angkutan laut dari pelabuhan di Jakarta bukan ASDP, sudah mencapai 323.748 penumpang. Sementara pemudik dengan angkutan udara dari Jakarta ke Pulau Jawa mencapai 608.571 penumpang.

"Jadi ada lonjakan penumpang. Dari lima angkutan itu berjumlah 3.113.803 penumpang," ujar Andi.

Kendaraan yang masuk Tol Pasteur, Jawa Barat, 123.110 unit kendaraan, dan keluar ada 120.309 unit. di Tol Cileunyi 61.184 kendaraan masuk dan yang keluar 88.472 unit. Kendaraan di Tol Sadang yang masuk mencapai 24.005 unit, dan yang keluar 38.213 unit.

Soal keamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran, keamanan di stasuian kereta api ditingkatkan, terutama Daop I KAI. Apalagi, sebelumnya terjadi pembajakan kereta api. "Ada tambahan personel Brimob 150 sampai 200 personel di semua stasiun," ujarnya.

Setiap personel disebar ke beberapa titik di setiap stasiun. Mereka terlihat di loket antrean, pintu masuk yang rata-rata dijaga 10 personel Brimob.

Guna memberikan kenyamanan penumpang yang tengah mudik, PT.KAI memberlakukan sistem ketat, yakni pembatasan kapasitas pemumpang dalam setiap rangkaian kereta.

Sampai saat ini Stasiun Senen telah memberangkatkan 41.597 pemudik. Pada Sabtu kemarin, pemudik yang berangkat melalui stasiun Senen mencapai 19.000 penumpang. Untuk mengantisipasi membludaknya pemudik, PT.KAI Daop I telah menambah jumlah rangkaian kereta sebanyak 13 rangkaian.

Sejam, Pelajar Menabrak 8 Kali

MAKASSAR, -- Peristiwa ini bak menyaksikan film Hollywood. Seorang pelajar SMA menabrak 8 kali dalam tempo satu jam (30 unit motor dan dua mobil) di Makassar, Minggu 28 Agustus.

Pelaku bernama Marie Muhammad alias Ari ini masih duduk di bangku SMA kelas III di SMAN 7 Jakarta. Dia mengemudikan mobil jenis Suzuki Escudo warna hitam dengan pelat nomor DD 756 IY dari arah Jl Masjid Raya ke pintu satu Unhas hingga di Jl Toddopuli Raya. Dari rute itu, 30 unit motor menjadi korban -- dua di antaranya rusak berat yakni jenis Honda Supra dan Yamaha Mio. Sedangkan dua unit mobil yang ditabrak berjenis taksi DD 1943 BB dan mobil Daihatsu Xenia dengan pelat DD 98411.

Dalam peristiwa ini, dua warga mengalami luka parah dan menjalani perawatan di RS Ibnu Sina, selebihnya hanya mendapat senggolan.

Informasi yang didapat, pelaku awalnya mengemudikan mobil dari Jalan Pongtiku sekira pukul 21.00 Wita. Kemudian melintas di Jalan Masjid Raya. Di lokasi ini, pelaku menabrak dua unit motor dan satu taksi.

Karena panik dikejar warga, pelaku kemudian melanjukan perjalanannya dan kembali menabrak beberapa pengendara motor di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo. Malah, di depan kampus Universitas 45, pelaku menabrak satu unit motor jenis Honda Supra hingga pengemudi motor terlempar ke atas kap mesil mobil pelaku.

Motor dimaksud bahkan ikut terseret pada bagian ban depan mobil pelaku hingga depan pintu I Universitas Hasanuddin (Unhas). Motor itu baru lepas ketika pelaku memutar balik ke arah depan Tugu Adipura karena terperangkap macet. Namun, sebelumnya pelaku menabrak beberapa motor depan MTos.

Warga yang terus mengejar pelaku, baru berhasil menghentikannya di dekat lampu merah perempatan Jalan Toddopuli Raya -- sekitar kantor PKK Makassar sekira pukul 22.00 Wita. Di tempat ini, warga yang sudah emosi menghakimi pelaku hingga tubuh dan wajah pelaku mengalami luka lebam.

Nyawa pelaku berhasil diselamatkan dari amukan massa, setelah petugas kepolisian dari Polda Sulsel dan Polsekta Panakkukang terjun ke lokasi. Namun, mobil Escudo pelaku rusak berat. Semua kaca pecah, kap mobil bagian depan dan samping ringsek dihantam batu.

Seorang saksi mata, Ilham, yang terus mengejar pelaku mulai Jalan Masjid Raya hingga Toddopuli Raya menuturkan, sebenarnya pelaku sempat akan dihentikan di Jalan Urip Sumoharjo tetapi tetap melaju. Bahkan, ketika kaca mobilnya diketuk pelaku terlihat semakin panik.

"Tetapi, saya heran juga melihat pelaku yang mampu mengemudikan mobil dengan lancar walau ada satu unit motor yang ikut terseret di bagian ban depan. Ya, terlihat seperti film action buatan Hollywood," ujar Ilham.

Karena adanya motor yang ikut terseret, percikan api terlihat di sepanjang jalan yang dilalui mobil pelaku. Seorang warga, Adi, mengungkapkan awalnya pelaku disangka pelaku kejahatan.

"Makanya, saya ikut mengejar sampai Jalan Toddopuli. Ternyata, pelaku sudah menabrak puluhan motor dan mobil. Katanya ada korban luka parah," tuturnya.

Dugaan polisi, pelaku dibawa pengaruh obat-obatan terlarang. Sebab, di mobil pelaku ditemukan satu paket berukuran 500 mg pil berwarna merah muda. Obat dimaksud diamankan di Unit Laka Polrestabes Makassar.

Namun, Ari mengaku dia dalam keadaan sadar saat mengemudi mobil. "Saya tidak mabuk ataupun mengonsumsi obat terlarang. Memang, saya baru belajar bawa mobil dan panik setelah dikejar warga," aku Ari yang mengaku sedang liburan di Makassar.

Setelah diinterogasi di Polsekta Panakkukang, pelaku kemudian dibawa ke kantor Unit Lakalantas Polrestabes Makassar Jalan AP Pettarani. Puluhan korban juga mendatangi kantor tersebut mengadukan kerusakan kendaraannya.

Kapolrestabes Makassar didampingi Kasat lantas melalui Kanit Laka Polrestabes Makassar, AKP Alimuddin menjelaskan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Terutama motif pelaku menabrak puluhan motor dan mobil dalam waktu 60 menit.

"Urine pelaku juga akan diperiksa, jangan sampai terbukti mengonsumsi obat terlarang. Kalau terbukti lakalantas ini karena kelalaian, maka pelaku bisa kena ancaman penjara minimal enam tahun," sebut Alimuddin.

Mobil hantam motor, 1 tewas

Boyolali, – Kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa mewarnai arus mudik di wilayah hukum Polres Boyolali, Minggu (28/8/2011). Satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan antara mobil dan motor terjadi di ruas jalan Boyolali-Kartasura, tepatnya di Dukuh Pundung, Desa Ketaon, Banyudono, sekitar pukul 07.00 WIB.

Peristiwa itu bermula, saat, Dwi Maryani, 18, memboncengkan Aziz Kurniawan, 10 dan Ngadinem, 50, ketiganya warga Dukuh Pulokadang, Desa/Kecamatan Teras, mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Nopol AD 4560 YM.

Menurut informasi petugas di TKP, motor yang dikendarai Dwi tengah melaju dari arah barat atau Boyolali menuju timur. Sesampai di lokasi kejadian, Dwi bermaksud melaju ke sisi kanan karena akan membelok ke bukaan median jalan di depan Makoramil Banyudono.

Nahas, diduga Dwi tidak melihat ada kendaraan dari arah belakang tengah melaju sedan Hyundai Nopol R 8727 EB yang dikemudikan I Kadek Rolandaka, 27, warga Dukuh Mangkuyudan, Desa Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo.

Karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan pun tak bisa dihindari. Mobil menabrak motor. Ketiga korban langsung terjatuh.

Warga yang mengetahui kemudian berusaha memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke polisi.
“Namun Ngadinem meninggal dalam perjalanan ke RSU Banyudono. Sopir mobil serta kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kasatlantas Iptu Sugino didampingi Kanitlaka Ipda Arifin.

Tabrakan motor, empat remaja tewas

Sragen, – Sebanyak empat warga Jenawi, Kabupaten Karanganyar tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dalam kecelakaan lalu lintas di Jl Sragen-Sambirejo-Karanganyar, tepatnya di Dukuh Banjarsari RT 30, Desa Ngarum, Ngrampal, Sragen, sekitar pukul 17.30 WIB.

Dua orang korban di antaranya merupakan kakak beradik, yakni Agus Giyanto, 26, dan Gayatri Wandasari, 17. Mereka putra putri pasangan Supardi, 58, dan Hartini, 40, warga Dukuh Menjing RT 1/RW X, Desa Tanggung, Jenawi, Karanganyar.

Sementara dua korban lainnya, Wardoko, 30, warga Dukuh Sepelem RT 6/RW VIII, Balong, Jenawi, Karanganyar dan teman Wardoko yang belum diketahui identitasnya yang juga warga Jenawi, Karanganyar.

Harto, 80, warga setempat mengaku langsung keluar rumah begitu mendengar suara tabrakan keras. Dia melihat keempat korban sudah bergelimpangan di jalan dengan kepala bersimbah darah semua. Motor mereka juga melintang di jalan dalam kondisi remuk.
“Saat itu kondisi jalan sepi, karena mereka berbuka puasa semua. Mayat dua laki-laki terletak di sisi timur jalan dan yang laki-laki lain dan perempuan di sisi barat agak berdekatan. Motornya saya pinggirkan ke sisi barat dan timur. Tak lama sejumlah polisi datang dengan mobil patroli dan mengevakuasi mayat ke RSUD Sragen. Saya tidak tahu siapa yang menghubungi polisi,” tegasnya.

Tol Cikampek Lancar, Antrean Kendaraan 100 Meter di Cikopo

Jakarta - Situasi arus lalu lintas di Tol Cikampek dari arah Jakarta pagi ini terpantau sepi. Hanya ada antrean kendaraan sepanjang 100-200 meter di Gerbang Tol Cikopo.

"Sepertinya para pemudik sudah pada keluar, jadi tol Cikampek dari Cawang cukup lancar," kata petugas Traffic Information Center (TIC) PT Jasa Marga Senin (29/8/2011).

Menurut Dwi, antrean kendaraan yang ada di Gerbang Tol Cikopo didominasi oleh mobil pribadi. "Antrean di gerbang tol cukup normal," katanya.

Sejak pagi, tidak terlihat peningkatan arus kendaraan yang mengarah ke Cikampek. Sebaliknya, lalu lintas ke arah ke Jakarta pun sangat lengang.

"Pagi ini tidak ada insiden tertentu yang masuk ke laporan kami," imbuhnya.

Informasi yang sama juga disapaikan oleh NTMC Polri. Keluar Gerbang Tol Cikopo terpantau rama lancar baik yang mengarah ke jalur utara maupun ke selatan.

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI