Pemudik Dihimbau Hati-hati Melintas di Jalur Purwoasri

Selasa, 30 Agustus 2011

Kediri - Para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat diimbau lebih berhati-hati saat melintasi wilayah Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menuju ke Kota Kediri.

Dari pantauan, di sepanjang jalan Kecamatan Purwoasri hingga Kecamatan Gamping Rejo sangat minim lampu penerangan jalan. Sehingga, para pengendara diimbau untuk selalu mengecek perlengkapan kendaraan, terutama lampu dan ban.


Menurut Kasatlantas Polres Kediri, AKP Arya Wibawa, selain minim lampu penerangan jalan, di sepanjang jalan tersebut juga tidak terdapat jasa tambal ban.


Para pengendara juga diimbau mengurangi laju kecepatan kendaraan, menyusul di wilayah Purwoasri ini merupakan jalan provinsi yang dikenal sebagai jalur tengkorak karena sering terjadi kecelakaan.

Polres Grobogan Siagakan Personil Amankan Malam Takbir

Grobogan - Sekitar 700 personil kepolisian Polres Grobogan, Jawa Timur disiagakan untuk mengamankan acara takbir keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ratusan aparat kepolisian tersebut akan ditempatkan di beberapa titik keramaian, antara lain di Alun-alun Purwodadi, Bundaran Simpang Lima, Tugu Adipura dan kawasan Jalan Ahmad Yani.

Tempat-tempat keramaian tersebut akan dijaga selama satu malam penuh hingga Lebaran tiba.

Selasa (30/8/2011), Kapolres Grobogan AKBP Yohanes Ragil Susatyo mengatakan, pengamanan ini dilakukan bertujuan agar malam takbir berjalan lancar tanpa hambatan, termasuk takbir keliling yang biasanya dilakukan oleh masyarakat di malam takbir.

Pengamanan dilakukan dengan sistem terbuka dan tertutup, termasuk untuk mengantisipasi adanya kemacetan dan tindak kriminal.
Sebagai himbauan bagi masyarakat yang hendak menggunakan jalur ini tetap memperhatikan keselamatan dan patuhi ketentuan yang sudah ada.

RUKO TERBAKAR DI DEPAN PLAZA KRAMAT JATI

Jakarta - Sebuah ruko terbakar di depan Plaza Kramat Jati, Jakarta Timur. Lalu lintas yang mengarah ke Cawang dari arah Cijantung macet total.

Sekitar lima mobil pemadam kebakaran di depan ruko tersebut. Karena jalanan di kawasan itu hanya dua lajur, polisi pun mengalihkan kendaraan yang menuju Cawang agar melawan arah.

Belum diketahui penyebab kebakaran itu. Hanya saja petugas pemadam masih menyisir lokasi untuk memastikan api benar-benar padam.

JALUR PUNCAK-CIPANAS LANCAR

Cianjur - Jalur Puncak-Cipanas-Cianjur, Selasa (30/8/2011) ini masih terlihat normal seperti biasa, bahkan nyaris sepi pemudik.

Kepadatan hanya didominasi kendaraan-kendaraan berpelat nomor Jakarta yang menghabiskan waktu liburannya di kawasan berhawa dingin itu.

Kepadatan kendaraan terjadi di beberapa rumah makan dan sejumlah factory outlet yang ada mulai dari kawasan Ciloto hingga Cipanas. Sempat terjadi beberapa kemacetan karena adanya penumpukan kendaraan di lokasi parkir rumah makan maupun FO.

Namun kemacetan hanya beberapa saat, dan jalur bisa kembali normal. Khusus di kawasan Pos Pengamanan (Pos Pam) Simpang Raya, Polres Cianjur membagi jalan menjadi dua jalur dengan memasang tali sebagai pembatas jalan.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Gatot Satrio Utomo mengatakan, peningkatan volume kendaraan terjadi pada Senin (29/8/2011) kemarin. Hari ini relatif sepi, hanya didominasi kendaraan wisatawan.

Gatot mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan dengan fokus di jalur menuj objek-objek wisata. Kondisi ini diprediksi mengingat bakal banyaknya wisatawan yang akan mendatangi objek-objek wisata

CARA KLAIM SANTUNAN JASA RAHARJA

Jakarta - Bagi korban kecelakaan lalu lintas ataupun ahli waris korban yang mengalami kecelakaan, bisa mengajukan klaim kepada Jasa Raharja. Prosesnya pun tidak akan rumit untuk memperoleh dana tersebut.

Salah seorang petugas Jasa Raharja di Posko Mudik Kemenhub, Benyamin Bob menjelaskan, para pemohon terlebih dahulu harus mengisi formulir Jasa Raharja. Formulir ini bisa didapatkan di seluruh kantor cabang Jasa Raharja.

Selain harus mengisi formulir tersebut, pemohon juga harus meminta surat laporan dari pihak Kepolisian setingkat Polres. Bagi yang tidak memiliki ahli waris, Jasa Raharja tetap akan memberikan santunan berupa biaya penguburan sebesar Rp 2 juta.

Bob memastikan, hingga saat ini Jasa Raharja telah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan pada tingkat Kabupaten dan Kotamadya, kantor cabang Jasa Raharja juga tersedia.

Bagi yang memiliki ahli waris misalnya anak yang di bawah umur, santunan akan tetap diberikan tetapi harus ada wali pendampingnya.

JALUR SOLO - YOGYAKARTA LANCAR

Solo - Arus lalu lintas dari Solo menuju Yogyakarta cenderung ramai lancar, Selasa (30/8). Demikian pemantauan kamera pengawas CCTV National Traffic Management Center (NTMC) Polri di Simpang Tiga Prambanan, Jawa Tengah.

Ruas jalan didominasi kendaraan pribadi. Diperkirakan sebagian besar umat muslim di Yogyakarta yang telah merayakan Idulfitri hari ini memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga.


Sedangkan arah sebaliknya menuju Solo cenderung sepi. Begitu pula kendaaan yang berbelok ke kanan menuju Wonosari, Gunung Kidul, juga cenderung sepi.

JALUR PANSEL RELATIF LANCAR

Cianjur - Arus lalu lintas di Jalur Selatan, baik di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, sampai ke Garut, Jawa Barat, relatif lancar. Demikian pemantauan CCTC, Selasa (30/8).

Warga yang ingin melintas kawasan tersebut tidak perlu khawatir karena kemacetan sudah tak lagi terjadi. Kondisi ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya.


Keramaian hanya terjadi di kawasan Leles, Garut. Hal ini karena aktivitas warga yang berlebaran pada hari ini. 

JALUR PANTURA LANCAR

Indramayu - Arus mudik di ruas Pantura, tepatnya di depan Pasar Pasalaran, Kecamatan Waru, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/8), tampak lengang, bahkan cenderung sepi. Kondisi ini sangat berbeda dengan puncak arus mudik yang terjadi pada beberapa hari lalu.

Saat puncak arus mudik, arus lalu lintas di depan Pasar Pasalaran sangat padat. Bahkan, saking banyaknya aktivitas di sekitar pasar ini menyebabkan hanya satu jalur yang bisa dilalui kendaraan.


Sementara aktivitas di dalam Pasar Pasalaran terlihat ramai. Banyak warga yang berbelanja untuk persiapan Lebaran, Rabu besok.

LOKASI RAWAN LONGSOR WILAYAH SUMBAR

Dinas Prasarana Jalan dan Jembatan Sumatera Barat memetakan ruas jalan provinsi dan nasional yang rawan longsor. Ini ditujukan untuk memberi informasi bagi pemudik yang menuju maupun keluar Sumbar, untuk mengantisipasinya. Menurut data yang dilansir, daerah-daerah berbahaya itu tersebar di puluhan titik.

Terkait dengan itu, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah alat berat untuk langsung dioperasikan begitu tanah longsor menutupi badan jalan. Empat jalur utama yang ada di perbatasan Sumbar dengan empat provinsi tetangga, merupakan daerah di mana alat berat ditempatkan.

Berikut titik-titik rawan longsor itu.
Di perbatasan dengan Jambi, daerah rawan longsor berada di Tapan, Pesisir Selatan; yakni di daerah Panadah, kilometer 219; Sungai Gambir km 221, Kampung Baruna Sirih, km 223; Janaki Ayam km 226; Palayang Tanang km 229; dan Sako km 231.

Daerah rawan longsor juga ada di  jalur perbatasan dengan Riau, Bengkulu, dan Sumatera Utara.
Di perbatasan dengan Riau, titik rawan longsor berada di jalur Payakumbuh-Pangkalan. Titik rawan longsor berada pada kilometer 152 di Koto Alam dan km 182 Rimbo Data, Pangkalan. Di perbatasan dengan Sumut, titik rawan longsor berada pada kilometer 365, Bedeng Rapat-Silaping dan Ranjau Batu-Panti pada km 227, tepatnya di Muaro Cubadak, Rao.

Di jalur lintas barat pintu gerbang Sumbar dari arah Bengkulu, daerah rawan longsor berada di Bukit Putus hingga Batas Kota Padang. Di Sumbar sendiri, titik rawan longsor adalah di daerah tanjakan Silayiang, Padang Panjang dan Sitinjau Laut, Padang.

Pengguna jalan diminta waspada saat melewati titik-titik itu saat hujan deras. Seluruh 48 alat berat disiagakan pemerintah Sumbar hingga H+7 Lebaran.

JENIS KECELAKAN YANG SERING TERJADI PADA SAAT MUDIK

Angka kecelakaan saat mudik Lebaran masih terbilang tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan jalur mudik bisa membuat jiwa melayang. Kepala Posko Operasi Ketupat Korlantas Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Pringadi, menerangkan ada delapan jenis kecelakaan yang biasanya terjadi saat mudik Lebaran. 

Yang paling banyak terjadi adalah tabrakan depan-depan atau "adu banteng". Pada H-6 Lebaran tahun lalu, korban kecelakaan jenis ini melibatkan 79 orang, sedangkan pada 2011 ini, korbannya mencapai 81 orang.

"Ini terjadi pada jalur mudik yang tidak memiliki median jalan. Biasanya terjadi di jalur mudik Jawa," ujar Pringadi.

Kecelakaan tunggal juga masih terbilang banyak. Mengantuk dan mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang, menjadi penyebab utama. Pada tahun lalu, juga pada H-6 Lebaran, kecelakaan jenis mencapai 25 kasus, sedangkan pada 2011 sudah terjadi 16 kali.

Untuk semua jenis kecelakaan itu, ada 14 penyebab yang harus dihindari, di antaranya mengantuk, melaju terlalu cepat, mabuk, sakit, menggunakan handphone sambil mengendara, berboncengan lebih dari satu orang, faktor alam, kelaikan kendaraan, prasarana jalan, rambu, marka, dan lintasan kereta api.

Menurut data, jumlah tertinggi penyebab kecelakaan adalah karena berboncengan lebih dari satu orang, kedua karena mengantuk dan Kelaikan kendaraan juga tidak boleh dianggap enteng.

RUAS TOL KANCI LANCAR

Arus mudik lebaran melalui ruas tol Kanci-Pejagan di Kabupaten Cirebon sepanjang 35 kilometer yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah saat ini terpantau lancar, meski dipadati kendaraan pemudik yang melaju.

Kendaraan yang melintas di jalan Bakrie Toll Road tersebut didominasi kendaraan milik pribadi yang menuju Jawa Tengah menjelang lebaran atau H-1 versi pemerintah. Mungkin saat ini, karena sudah ada yang berlebaran, jadi lalu lintas lancar, tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Sejak H-4 hingga H-2 Lebaran 2011, jalur tol Kanci-Pajagan masih dibanjiri ribuan kendaraan pemudik.

Umat Muhammadiyah hari ini sudah menjalankan salat Id setelah PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Selasa, 30 Agustus 2011. Ini berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan Idul Fitri jatuh di hari Rabu.

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI