Pantauan Merak Masih Lancar

Jumat, 02 September 2011

Memasuki H+2 Lebaran, arus balik pemudik di Pelabuhan Merak masih sepi. Lonjakan arus balik diprediksi baru meningkat pada 3 hingga 4 September 2011.

"Pergerakan (arus balik) dari Sumatera masih sepi. Saya perkirakan arus balik terjadi besok dan Minggu. Mayoritas dari Bakauheni," kata Kepala Pelabuhan Merak, La Mane, , Jumat (2/9/2011).

La Mane mengatakan pemudik yang menyeberang ke Sumatera masih ramai. Pada Kamis 1 September, tercatat 33.261 penumpang berangkat dari Pelabuhan Merak.

"Ada 282 ribu kendaraan roda dua, 356 ribu mobil kecil, 145 bus, dan 139 truk. Jumlah ini meningkat dibandingkan H+1 Lebaran tahun 2010," ujar La Mane.

Ciater pun Ikutan Padat

Selain kemacetan yang terjadi di Puncak selama Lebaran 2011 serta H+1 dan +2, ternyata Kawasan Ciater Bandung - Subang pun ikut ikutan di serbu wisatawan sehingga di sana juga macet panjang. Kemacetan tidak terhindarkan mulai simpang Lembang sampai menuju ke atas arah Ciater. Penduduk sekitar juga banyak yang menggelar dagangan dadakan seperti Jagung bakar, ayunan tali dll sehingga menambah antrian panjang di sana karena banyak yang berhenti untuk menawar.
Walaupun terik cuaca di Ciater, tidak mengurangi antusias masyarakat untuk berwisata di sana. Himbauan NTMC untuk pengendara agar selalu tertib dalam berlalulintas serta tertib dalam antrian.

Puncak Saat ini Padat Merayap

Kawasan Puncak kembali padat pasca Lebaran H+1 dan H+2. Hal ini di sebabkan banyaknya pengunjung atau wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya yang melalukan wisata ke Taman Wisata Matahari serta Taman Safari Indonesia, serta adanya kegiatan Pasar di Cisarua.
Alternatif yang bisa pembaca perhatikan selain melalui jalur Puncak bila menuju Bandung-Cianjur serta Garut dapat melalui Jalur Jonggol-Cileungsi atau melalui Lingkar Sukabumi.
Selain hal-hal tersebut diatas, yang perlu di perhatikan tentunya kondisi kendaraan anda serta fisik anda karena kemacetan di Puncak dapat mencapai 4-5 km. Petugas Polantas di kawasan Puncak tentu akan siap membantu anda bila anda terjebak kemacetan di sana , Silahkan anda bisa memantau melalui website kami di www.lantas.polri.go.id, Call Centre Kami 021-500669 serta SMS 9119.

H+1 sudah ada kenaikan jumlah arus balik di jalur tengah

Kediri - Jalur mudik Surabaya–Yogyakarta di persimpangan mengkreng Kabupaten Kediri berbatasan antara kabupaten Kediri, Jombang dan Nganjuk pada H+1 lebaran dipadati pemudik. Akibatnya kepadatan kendaraan jalur ini macetyang   ke arah Jombang dan Nganjuk.

Menurut Agus (33) salah satu pemudik tujuan pacitan, sejak masuk Jombang arus lalu lintas sudah mengalami kemacetan dan jalan dipenuhi kendaraan rata-rata pengendara sepeda motor.

Dari pengamatan petugas pos pengamanan lebaran di persimpangan Mengkreng, kepadatan arus kendaraan sudah terlihat pagi pukul 07.00 WIB meningkat hingga 400 persen dibandingkan H- 1 lebaran.

Saat ini kepadatan arus kendaraan mencapai 550 kendaraan per menit, jumlah ini meningkat dibanding H-1 yang hanya 150 kendaraan per menit yang melintas.

"Mungkin hari ini adalah puncak arus mudik, tapi nanti pada hari Sabt u dan Minggu dipastikan mereka yang mudik pada balik ke daerahmasing-masing, sehingga arus lalu lintas akan kembali padat sekali," kata Iptu Dheni Padal Pos Pam Mengkreng Polres Kediri

Untuk mengurai kepadatan sedikitnya 42 petugas gabungan antara polres Kediri, Jombang dan Nganjuk memberlakukan sistem buka tutup dan pengalihan jalur alterantif. Yakni kendaraan dari Kediri tujuan Surabaya dan Nganjuk dialihkan simpang Papar dan Purwoasri kabupaten kediri.

Empat Anggota di titik Black Spot

MEMPAWAH - Kasat Lantas Polres Pontianak, Akp Ahmadi, mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas di wilayah Hukum Polres Pontianak, Polres Pontianak, menempatkan empat anggota di tiap titik rawan laga (black spot).

"Di setiap rawan laka, kita tempatkan anggota sebanyak empat anggota, tugasnya menyetop atau mengurangi kendaraan yang berkecepatan  tinggi. Terjadinya laka lantas karena  pengemudi membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi," terang Ahmadi,

Dalam kesempatan itu juga, Ahmadi, menghimbau kepada pengendara atau pemudik untuk menggunakan kendaraan yang layak jalan, dengan dilengkapan berbagai kelengkapan, baik adiministrasi atau surat menyurat maupun kelengkapan kendaraan.

Dengan kelengkapan itu, pengendara tidak mengalami kesulitan di dalam perjalan sewaktu berlalulintas. Dia juga meminta kepada pengendara untuk tidak membawa kendaraan berkecepatan tinggi.

"Dengan kelengkapan itu, dapat memberikan rasa aman kepada diri sendiri dan kepada orang lain, sesama pengendara yang berlalulintas. Untuk dalam kota, kecepatan 40 km per jam," jelas Ahmadi lagi.

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI