Minggu, 28 Agustus 2011
PAGARALAM - Dua jalur alternatif yang disiapkan menghubungkan Kota Pagaralam dengan Kabupaten Lahat di Sumatera Selatan, mengalami rusak cukup parah, sehingga tidak mungkin dilalui pemudik Idul Fitri 1432 Hijriah.Di jalan tersebut terdapat lubang di puluhan titik ruas pada Simpang Embacang, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaram, hingga Desa Muara Siban, Kabupaten Lahat, dan Dusun Bandar, Kota Pagaralam, tembus ke Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.
Selain badan jalan banyak yang berlubang, juga terdapat 30 titik kondisi badan jalan sudah terkikis, mengelupas dan longsor, sehingga cukup membahayakan jika dilalui kendaraan pemudik.
"Memang kondisi kedua jalur alternatif itu mengalami kerusakan cukup parah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan angkutan umum, mengingat selain jalan sudah serut dan badan jalan sudah banyak hilang terkikis air," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Pagaralam, Agustiar Effendi.
Ia mengatakan, kerusakan pada jalur Simpang Embacang di Pagaralam-Muarasiban di Lahat mulai dari Desa Gumay Ulu, Desa Rekimai, Kecamatan Tanjungtebad hingga Kota Lahat, dengan panjang sekitar 30 kilometer.
Sedangkan untuk jalan alternatif Desa Bandar, Kecamatan Dempo Selatan, tembus Kota Agung di Lahat, kata dia, kerusakan mulai dari jembatan Sungai Indikat, Desa Danau, Desa Bangka, Desa Singapure, Desa Sukajadi hingga Kota Agung.
"Kedua ruas jalan alternatif ini dapat memperpendek jarak tempuh, kalau jalur Simpang Embacang di Pagaralam-Muarasiban di Lahat hanya memiliki jarak 54 kilometer, sedangkan melalui Dusun Bandar tembus Kota Agung di Lahat hanya berjarak sekitar 34 kilometer, sedangkan untuk jalan utama berjarak sekitar 64 kilometer," ujar dia.
Sebetulnya, menurut Agustiar Effendi, dalam kondisi darurat seperti terjadi bencana alam, dapat dipastikan jalur akan putus total dan tidak ada jalan alternatif yang dapat dilalui kendaraan.
Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, didampingi Kasat Lantas Iptu Wawan Andi Susanto, mengatakan jalan Lahat-Pagaralam menghadapi mudik Idul Fitri 1432 Hijriah ini sudah dilakukan perbaikan ringan dengan tambal sulam di daerah jalan yang berlubang.
"Kedua ruas jalan alternatif dipastikan tidak dapat dilalui karena sudah banyak yang rusak, rawan longsor dan ada juga badan jalan amblas akibat belum ada perawatan," ujar dia lagi.
Sebagai langkah antisipasi, kata dia, telah berupaya meminimalisir dengan menyampaikan imbauan agar kendaraan berukuran besar tidak melalui jalan alternatif itu karena kondisinya rusak parah.
"Kondisi jalan alternatif ini sudah mengalami penyempitan dan puluhan titik terjadi longsor, sehingga sulit dilalui kendaraan jika lewat bersamaan," kata dia pula.
Ia mengatakan, memang saat ini kerusakan jalan alternatif Lahat-Pagaralam menjadi persoalan utama dalam bidang transportasi bila jalur utama rusak atau terjadi longsor.
0 komentar:
Posting Komentar