Minggu, 28 Agustus 2011
BANDUNG - Polres Garut memberlakukan sistem tutup buka di jalur mudik ruas Limbangan - Leuwigoong Kabupaten Garut sejak pagi hari untuk memecah kemacetan di kawasan itu terutama di tiga pasar tumpah, Minggu (28/8).Kemacetan di kawasan Limbangan terjadi sejak Sabtu (27/8) malam hingga Minggu siang ini (28/8). Bludakan pemudik baik yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua mengakibatkan kapasitas tampung jalan di ruas tersebut tidak muat.
Kemacetan juga terjadi di Pasar Lewo dan Malangbong Garut sehingga antrean kendaraan mencapai sepuluh kilometer.
Upaya mengalirkan arus mudik ke jalur Garut, justru mengakibatkan kepadatan luar biasa di jalur ke Kota Dodol itu sehingga diberlakukan sistem tutup buka dari Nagreg hingga Leles Garut.
Aktivitas pasar Limbangan dan Lewo sejak Minggu dinihari menjadi titik ketersendatan arus di jalur selatan yang hingga Minggu siang tetap padat. Kendaraan yang bergerak di jalur itu terpaksa harus sabar menempuh perjalanan dengan kecepatan sangat rendah.
Kepadatan jalur selatan selain oleh kendaraan pemudik juga lalu lintas kendaraan penduduk lokal. Selain pasar tumpah, aktivitas keluar masuk kendaraan dari rumah makan juga menjadi titik ketersendatan di jalur itu.
Kepadatan di jalur selatan diprediksi masih akan terjadi hingga Minggu malam. "Berdasarkan konfirmasi dari Polda Metro Jaya arus mudik dari Jakarta masih cukup deras ke wilayah Jabar," kata Kabag Ops Polres Bandung Kompol Herman.
Sementara itu jalur alternatif mudik Cijapati lebih banyak dipergunakan oleh pengguna jalan dari arah Garut ke Bandung. Pengendara memilih jalur Cijapati untuk menghindari kemacetan di Nagreg yang memprioritaskan jalur dari arah Bandung.
0 komentar:
Posting Komentar