JALUR PANSEL RELATIF LANCAR

Selasa, 30 Agustus 2011

Cianjur - Arus lalu lintas di Jalur Selatan, baik di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, sampai ke Garut, Jawa Barat, relatif lancar. Demikian pemantauan CCTC, Selasa (30/8).

Warga yang ingin melintas kawasan tersebut tidak perlu khawatir karena kemacetan sudah tak lagi terjadi. Kondisi ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya.


Keramaian hanya terjadi di kawasan Leles, Garut. Hal ini karena aktivitas warga yang berlebaran pada hari ini. 

JALUR PANTURA LANCAR

Indramayu - Arus mudik di ruas Pantura, tepatnya di depan Pasar Pasalaran, Kecamatan Waru, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/8), tampak lengang, bahkan cenderung sepi. Kondisi ini sangat berbeda dengan puncak arus mudik yang terjadi pada beberapa hari lalu.

Saat puncak arus mudik, arus lalu lintas di depan Pasar Pasalaran sangat padat. Bahkan, saking banyaknya aktivitas di sekitar pasar ini menyebabkan hanya satu jalur yang bisa dilalui kendaraan.


Sementara aktivitas di dalam Pasar Pasalaran terlihat ramai. Banyak warga yang berbelanja untuk persiapan Lebaran, Rabu besok.

LOKASI RAWAN LONGSOR WILAYAH SUMBAR

Dinas Prasarana Jalan dan Jembatan Sumatera Barat memetakan ruas jalan provinsi dan nasional yang rawan longsor. Ini ditujukan untuk memberi informasi bagi pemudik yang menuju maupun keluar Sumbar, untuk mengantisipasinya. Menurut data yang dilansir, daerah-daerah berbahaya itu tersebar di puluhan titik.

Terkait dengan itu, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah alat berat untuk langsung dioperasikan begitu tanah longsor menutupi badan jalan. Empat jalur utama yang ada di perbatasan Sumbar dengan empat provinsi tetangga, merupakan daerah di mana alat berat ditempatkan.

Berikut titik-titik rawan longsor itu.
Di perbatasan dengan Jambi, daerah rawan longsor berada di Tapan, Pesisir Selatan; yakni di daerah Panadah, kilometer 219; Sungai Gambir km 221, Kampung Baruna Sirih, km 223; Janaki Ayam km 226; Palayang Tanang km 229; dan Sako km 231.

Daerah rawan longsor juga ada di  jalur perbatasan dengan Riau, Bengkulu, dan Sumatera Utara.
Di perbatasan dengan Riau, titik rawan longsor berada di jalur Payakumbuh-Pangkalan. Titik rawan longsor berada pada kilometer 152 di Koto Alam dan km 182 Rimbo Data, Pangkalan. Di perbatasan dengan Sumut, titik rawan longsor berada pada kilometer 365, Bedeng Rapat-Silaping dan Ranjau Batu-Panti pada km 227, tepatnya di Muaro Cubadak, Rao.

Di jalur lintas barat pintu gerbang Sumbar dari arah Bengkulu, daerah rawan longsor berada di Bukit Putus hingga Batas Kota Padang. Di Sumbar sendiri, titik rawan longsor adalah di daerah tanjakan Silayiang, Padang Panjang dan Sitinjau Laut, Padang.

Pengguna jalan diminta waspada saat melewati titik-titik itu saat hujan deras. Seluruh 48 alat berat disiagakan pemerintah Sumbar hingga H+7 Lebaran.

JENIS KECELAKAN YANG SERING TERJADI PADA SAAT MUDIK

Angka kecelakaan saat mudik Lebaran masih terbilang tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan jalur mudik bisa membuat jiwa melayang. Kepala Posko Operasi Ketupat Korlantas Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Pringadi, menerangkan ada delapan jenis kecelakaan yang biasanya terjadi saat mudik Lebaran. 

Yang paling banyak terjadi adalah tabrakan depan-depan atau "adu banteng". Pada H-6 Lebaran tahun lalu, korban kecelakaan jenis ini melibatkan 79 orang, sedangkan pada 2011 ini, korbannya mencapai 81 orang.

"Ini terjadi pada jalur mudik yang tidak memiliki median jalan. Biasanya terjadi di jalur mudik Jawa," ujar Pringadi.

Kecelakaan tunggal juga masih terbilang banyak. Mengantuk dan mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang, menjadi penyebab utama. Pada tahun lalu, juga pada H-6 Lebaran, kecelakaan jenis mencapai 25 kasus, sedangkan pada 2011 sudah terjadi 16 kali.

Untuk semua jenis kecelakaan itu, ada 14 penyebab yang harus dihindari, di antaranya mengantuk, melaju terlalu cepat, mabuk, sakit, menggunakan handphone sambil mengendara, berboncengan lebih dari satu orang, faktor alam, kelaikan kendaraan, prasarana jalan, rambu, marka, dan lintasan kereta api.

Menurut data, jumlah tertinggi penyebab kecelakaan adalah karena berboncengan lebih dari satu orang, kedua karena mengantuk dan Kelaikan kendaraan juga tidak boleh dianggap enteng.

RUAS TOL KANCI LANCAR

Arus mudik lebaran melalui ruas tol Kanci-Pejagan di Kabupaten Cirebon sepanjang 35 kilometer yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah saat ini terpantau lancar, meski dipadati kendaraan pemudik yang melaju.

Kendaraan yang melintas di jalan Bakrie Toll Road tersebut didominasi kendaraan milik pribadi yang menuju Jawa Tengah menjelang lebaran atau H-1 versi pemerintah. Mungkin saat ini, karena sudah ada yang berlebaran, jadi lalu lintas lancar, tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Sejak H-4 hingga H-2 Lebaran 2011, jalur tol Kanci-Pajagan masih dibanjiri ribuan kendaraan pemudik.

Umat Muhammadiyah hari ini sudah menjalankan salat Id setelah PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Selasa, 30 Agustus 2011. Ini berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan Idul Fitri jatuh di hari Rabu.

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI