Waspadai Macet di Pelabuhan Tanjungpriok

Rabu, 15 Agustus 2012

[Published: August 14, 2012 19:38]


   Jakarta - Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, hanya diperbolehkan hingga empat hari menjelang Lebaran. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara menuju pelabuhan kerap macet. Puncak kemacetan di wilayah pelabuhan diprediksi akan terjadi malam nanti.
   Pantauan SCTV, kemacetan panjang terlihat di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, Senin malam. Setiap jelang Lebaran, kemacetan memang tidak bisa dihindarkan di sekitar Pelabuhan Tanjungpriok. Ini akibat kebijakan pembatasan aktivitas bongkar muat yang hanya dibolehkan hingga H-4 4 atau H+4 menjelang Lebaran.
   Kemacetan semakin parah akibat adanya pembongkaran jalan di ruas Jalan Cilincing hingga membuat angkutan umum terjebak.
   Saat siang menjelang, kemacetan memang tidak terjadi lagi karena truk-truk barang biasanya masuk ke pelabuhan sore hinga malam hari.
   Bagi Anda yang sore hingga malam nanti akan beraktivitas di sekitar Jakarta Utara, ada baiknya menghindari jalan seputar Pelabuhan Tanjungpriok karena puncak kemacetan diperkirakan akan terjadi nanti malam.

Liputan 6

Jalur Selatan, Ramai dan Lancar

Selasa, 14 Agustus 2012



Cileunyi: Menjelang H-5 Lebaran, kondisi di jalur selatan, tepatnya di pintu gerbang Tol Cileunyi, arah Bandung-Jakarta menuju Garut dan Tasik hingga ke perempatan Cileunyi dan kawasan Nagrek masih terpantau ramai dan lancar, Selasa (14/8).

Jumlah kendaraan meningkat sebanyak 2.000 kendaraan lebih byk dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan data dari Jasa Marga, tercatat hingga tadi pagi kendaraan yang keluar gerbang Tol Cileunyi ada 25.000 kendaraan.

Anak-anak sekolah yang memakai pakaian pramuka juga turut membantu kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas. Karena terdapat lokasi titik macet menuju ke Sumedang, adanya angkutan umum yang berhenti sembarangan.

Bagi pemudik yang melewati kawasan Nagrek diimbau untuk lebih berhati-hati, karena pada malam hari penerangan di kawasan ini kurang memadai. Selain itu, medan jalan yang cukup berisiko dengan tikungan tajam, khususnya pada kendaraan roda du.


[Published: August 14, 2012 16:53]  

Kampung Melayu arah Tanah Abang Tampak Padat

Senin, 13 Agustus 2012

Kampung Melayu arah Tanah Abang Tampak Padat

Aug 13, 2012
       Jelang siang, arus lalu lintas yang terjadi di ruas jalan Kampung Melayu menuju ke arah Tanah Abang tampak padat, Senin (13/08/2012) pukul 10.53 WIB.
     Tingginya volume kendaraan yang melintas menjadi pemicu utama terjadinya kepadatan, pergerakan kendaraan nampak bergerak merayap dan sesekali terhenti.
para pengguna jalan yang melintas dihimbau untuk tetap bersabar dan hati-hati, jaga jarak aman kendaraan Anda. (sny)

sumber :http://tmcmetro.com/news/2012/08/kampung-melayu-arah-tanah-abang-tampak-pad

jalan lintas barat sumatera

jalan lintas barat sumatera, padat merayap, lancar

sumber : id_jimy - on mirc

H-7 Lebaran Jl Ir Juanda Siap dilalui Pemudik


      Badan Jl Ir Juanda Solo tampak berlubang. Jalan Provinsi Jateng itu sedang terkena proyek sanitasi program PLP. Pada H-7 Lebaran proyek PLP di Jl Ir Juanda harus dihentikan sementara. Foto diambil Sabtu (11/8/2012). (Espos/Kurniawan)
SOLO--Pengerjaan saluran sanitasi program penyehatan lingkungan permukiman (PLP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Jl Ir Juanda Solo harus dihentikan sementara mulai H-7 Lebaran.
      Seluruh pekerja dan alat berat harus ditarik dari badan Jl Ir Juanda. Begitu juga material proyek harus disingkirkan dan lubang galian jalan harus ditutup kembali. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Agus Djoko Witiarso, mengatakan telah berkoordinasi dengan Satker PLP Jateng terkait kebijakan tersebut. “Mereka selaku pelaksana proyek siap menghentikan sementara proyek untuk memberikan kenyamanan pemudik,” katanya, Minggu (12/8/2012).
        Agus menjelaskan dari sejumlah ruas jalan di Kota Bengawan tinggal Jl Ir Juanda yang belum menyelesaikan pengerjaan proyek mendekati kedatangan arus mudik Lebaran. Kendati termasuk jalan provinsi, tapi DPU Solo berwenang memastikan kesiapan seluruh ruas jalan siap menyambut pemudik. “Dalam rapar koordinasi bersama seluruh jajaran di Polresta Solo pekan lalu saya sampaikan persiapan fisik jalan sudah mencapai 100 persen. Tinggal Jl Ir Juanda yang masih ada proyek tapi sudah ada kesepakatan antara kami dengan Satker PLP,” imbuhnya.
        Lebih lanjut Agus berharap penutupan kembali badan jalan setelah pengerjaan proyek selesai sama kualitasnya dengan kontruksi sebelumnya. Tidak seperti badan Jl Ki Mangun Sarkoro Banjarsari. Karena penutupan galian tidak sempurna, badan jalan jadi tidak rata dan membahayakan pengguna jalan. Sementara salah seorang warga Pucangsawit, Jebres, Cahyono, yang tinggal dekat Jl Ir Juanda mengeluhkan tidak berfungsinya sepertiga badan jalan lantaran terkena proyek sanitasi. Material proyek dan bekas galian dirasa sangat mengganggu kelancaran arus kendaraan.
    Apalagi bila arus mudik Lebaran sudah tiba. Untuk itu dia meminta pelaksana dan penanggung jawab proyek menutup lubang galian di badan jalan. “Pokoknya harus diratakan lagi supaya pengguna jalan bisa nyaman melintas. Tidak seperti sekarang ini,” keluha dia. Sedangkan Hari, warga Banyuagung, Banjarsari, menilai seharusnya Pemkot tegas terhadap pelaksana proyek galian jalan yang tidak menutup jalan seperti kontruksi sebelumnya. Sebab secara materiil tentu Pemkot dirugikan karena harus menambal ulang badan jalan.

sumber : solopos

Posko Arus Mudik Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

PETA JAWA - BALI